Gus Sholah, Sosok Ulama dan Cendekiawan yang Negarawan

Senin, 3 Februari 2020 06:42 Reporter : Ya'cob Billiocta
Gus Sholah, Sosok Ulama dan Cendekiawan yang Negarawan Gus Sholah. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - KH Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RS Harapan Kita, Jakarta, Minggu (2/2). Gus Sholah mengalami komplikasi sakit jantung.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengenang almarhum sebagai sosok seorang ulama dan cendekiawan yang negarawan.

"Beliau dalam banyak hal selalu tampak lebih mengedepankan kepentingan umat dan bangsanya," kata Anwar Abbas, Senin (3/2).

Dikutip dari Antara, Anwar Abbas yang juga Ketua PP Muhammadiyah itu mengatakan sosok Gus Sholah sangat risau dengan orang dan pihak-pihak yang belum memahami dengan baik soal Pancasila, terutama dari kalangan umat Islam.

Maka, kata dia, Gus Sholah sering menegaskan Pancasila itu tidak bertentangan dengan agama Islam malahan sangat berkaitan erat.

"Salah satu tugas dan kewajiban mulia yang harus dilakukan oleh umat Islam menurut Gus Sholah adalah mengisi, mempertahankan serta memperjuangkan Pancasila sebagai dasar negara karena dengan itu persatuan dan kesatuan bangsa akan bisa ditegakkan dan diwujudkan," katanya.

Gus Sholah dikenal pula sebagai pribadi yang cinta damai dan menghindari keributan.

Oleh karena itu, katanya, Gus Sholah sangat mendorong dan mendambakan tegaknya sikap bertoleransi yang tinggi di tengah masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut dia, Gus Sholah sangat sadar bahwa untuk tegak dan terwujudnya kehidupan yang penuh toleransi tersebut jelas tidak mudah.

1 dari 1 halaman

Tidak Segan Mengkritik dan Membela yang Benar

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi mengatakan Gus Sholah merupakan pribadi yang tidak segan membela yang benar.

"Beliau tidak segan menyampaikan kritik kepada siapapun jika dianggap salah dan membela siapapun yang benar meskipun orang lain menganggap salah," katanya.

Zainut yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan semua yang dilakukan adik almarhum mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid itu dilakukan tanpa pamrih dan beban, karena disampaikan dengan penuh keikhlasan.

Dia mengatakan Gus Sholah juga menjadi jembatan yang menghubungkan semua golongan. "Jembatan yang menghubungkan tokoh-tokoh agama, pemerintah dan masyarakat. Bahkan di kalangan Nadhlatul Ulama beliau menjadi jembatan antara golongan muda dan golongan tua," katanya.

Dengan begitu, kata dia, tidak ada terjadi kesenjangan generasi baik dari aspek pemikiran maupun sikap keagamaan Gus Sholah yang teduh, tenang, sabar dan penuh empati kepada sesama.

Wamenag mengatakan bangsa Indonesia kehilangan Gus Sholah sebagai seorang ulama besar putra terbaik bangsa yang mengabdikan hidupnya untuk kepentingan umat dan bangsa.

"Beliau adalah seorang negarawan, ulama, cendekiawan dan pegiat kemanusiaan. Beliau mengayomi semua golongan tanpa memandang suku, ras, agama dan golongan. Beliau adalah perekat persatuan dan penjaga harmoni kebhinnekaan," katanya. [cob]

Baca juga:
Jokowi Melayat ke Rumah Duka Gus Sholah
Wapres Ma'ruf Jadi Imam Salat Jenazah Gus Sholah
Muhammadiyah: Gus Sholah Teladan bagi Umat dan Bangsa
Gus Sholah, Sosok Ulama dan Cendekiawan yang Negarawan
Gus Sholah akan Dimakamkan di Tebuireng Jombang
Gus Sholah, Ketua Komite Bantuan Kemanusiaan Sukses Redam Konflik Aceh

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini