Cium tangan Megawati, Gus Ipul sempat dibully

Selasa, 30 Januari 2018 17:07 Reporter : Arif Ardlyanto
Cium tangan Megawati, Gus Ipul sempat dibully HUT ke-45 PDIP. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Perjalanan Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur Saifullah Yusuf dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) tak seindah yang dibayangkan. Gus Ipul panggilan Saifullah Yusuf mengaku pernah di bully media sosial (Medsos) saat mencium tangan Megawati Soekarno Putri, Presiden RI ke-5.

"Saya pernah di bully medsos gara-gara mencium tangan Bu Mega. Saya dianggap mencium tangan karena ingin mendapatkan rekomendasi dari beliau,"kata Saifullah Yusuf, Selasa (30/1).

Padahal, lanjut Gus Ipul, budaya mencium tangan Megawati bagi dirinya sudah tidak asing lagi. Karena sejak lulus SMA, dia dibawa Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid) ke Jakarta. Kemudian di Jakarta, Gus Dur menitipkan Gus Ipul ke rumah Megawati Soekarno Putri untuk mendapatkan tempaan tentang kehidupan.

"Saya itu dititipkan Gus Dur ke rumah Bu Mega. Saat itu saya dengan Cak Imin (Muhaimin Iskandar)," ujarnya.

Jujur saja, ungkapnya, saat itu Gus Ipul mengaku dipaksa Gus Dur untuk ikut ke Jakarta. Tetapi ia tidak bersedia karena kepingin menjadi guru MI (Madrasah Ibtidaiyah). Namun, penolakan yang dilakukan Gus Ipul tidak bertahan lama, karena sang ayah menyuruh untuk ikut Gus Dur ke Jakarta.

Sesampainya di Jakarta, Gus Ipul langsung dititipkan Megawati bukan malah disuruh ikut Gus Dur. Di sinilah proses pembelajaran kehidupan dijalaninya. Gus Ipul mengaku sering diajak Megawati untuk pergi menyusuri pelosok-pelosok nusantara.

"Setelah saya dititipkan Ibu Megawati, saya selalu diajak ke mana-mana oleh Ibu Mega. Kalau Pak Muhaimin jarang diajak," ungkap Wakil Gubernur Jatim ini.

Atas kejadian itu, Gus Ipul menganggap kalau Megawati merupakan Ibu angkat yang harus dihormati. Ia menjadikan Megawati layaknya kedua orang tua sendiri yang harus diberi penghormatan, termasuk mencium tangan Megawati merupakan bagian dari upaya memuliakan ibunya.

Namun yang terjadi di lapangan berbeda, banyak orang yang mem-bully karena mereka tidak suka melihat tangan Megawati di cium Gus Ipul. Saifullah Yusuf menceritakan, saat dirinya mengambil rekomendasi dari PDIP, dengan tegas Megawati menyampaikan kalau sebenarnya DPP PDIP mampu mengusung kadernya langsung dalam pilgub Jatim. Namun, rekomendasi DPP PDIP diberikan kepada Saifullah Yusuf karena ada titipan dari kiai sepuh Jatim.

"Saya dibilangin Bu Mega, DPP PDIP memberikan rekomendasi karena ada titipan para kiai sepuh Jatim," ujar dia.

Gus Ipul menuturkan, sikap dirinya terhadap Megawati tidak akan berubah. Saat bertemu Megawati, tetap akan mencium tangannya. Hal itu juga dilakukan Muhaimin Iskandar saat bertemu Megawati. Dengan rekomendasi itu, Gus Ipul mengaku tidak akan mengecewakan DPP PDIP.

"Program-program untuk kemajuan Jatim akan kita terapkan, termasuk program milik Bupati Banyuwangi Azwar Anas," jelasnya.

Apalagi, Gus Ipul mengaku dirinya sudah mulai menyetel dengan pendampingnya Puti Guntur Soekarno. Banyak kebijakan-kebijakan yang dipikirkan Puti sudah sesuai dengan pemikirannya untuk memajukan Jatim. [paw]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini