Guru disebut coblos Kang Emil putuskan tak lagi mengajar di SDIT Darul Maza

Jumat, 29 Juni 2018 18:59 Reporter : Adi Nugroho
Guru disebut coblos Kang Emil putuskan tak lagi mengajar di SDIT Darul Maza Robiatul adawiyah. ©2018 Merdeka.com/Adi Nugroho

Merdeka.com - Robiatul Adawiyah atau yang biasa disapa Robiah memutuskan tak melanjutkan kerja sama dengan Yayasan Daarunnajaat Maza, induk dari SDIT Darul Maza di Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Ini menyusul pihak yayasan memecat secara sepihak melalui grup WhatsApp.

"Saya memutuskan tidak bergabung lagi dengan Yayasan Daarunnajaat Maza," kata Robiah di kediamannya Kampung Cakung RT 1 RW 3, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jumat (29/6).

Keputusan itu diambil karena, menurut dia, pernyataan seorang pengurus yayasan di dalam grup WhatsApp adalah sebuah keputusan resmi dari yayasan. Meskipun kedua belah pihak telah sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

"Ingin mencari di tempat lain untuk menyalurkan ilmu sebagai tenaga pendidik," kata Robiah.

Robiah dipecat melalui grup WhatsApp gara-gara dianggap memilih Ridwan Kamil dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat, dan Rahmat Effendi untuk pemilihan Wali Kota Bekasi. Keputusan mencoblos dua kandidat kepala daerah tersebut bertentangan dengan visi dan misi pihak yayasan.

Robiah menuturkan, pemecatan itu bermula ketika dirinya mengunggah status di media sosial yang memberikan ucapan selamat atas kemenangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum sebagai Gubernur Jawa Barat, dan Rahmat Effendi-Tri Adhianto sebagai Wali Kota Bekasi versi hitung cepat.

Rupanya, unggahan status itu direspon oleh Kepala Sekolah SDIT Darul Maza. Adapun respon itu dilakukan di dalam grup whatsapp yayasan, dimana di dalamnya ada pengurus, berserta guru-guru. Adapun responnya adalah memberikan ucapan selamat bahwa jagoannya di dalam Pilkada menang.

Seorang guru di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Darul Maza, Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi dipecat via pesan grup WhatsApp yayasan sekolah tersebut. Pemecatan ini viral karena diunggah di media sosial facebook.

"Semua masalah sudah selesai, tidak ada yang diributkan," katanya.

Menurut dia, permasalahan yang terjadi di grup WhatsApp yayasan hanya sebuah kesalahpahaman. Menurut dia, tidak ada pemecetan terhadap seorang guru yang mengajar di kelas 3, Robiyahtulah Dawiyah.

"Tidak ada pemecatan atau apapun itu istilahnya, semua hanya kesalahpahaman," kata Tri.

Tri menambahkan, pagi tadi pihak Yayasan Daarunnajaat Maza telah berkunjung ke kediaman Robiyah. Menurut dia, kedua belah pihak telah menyelesaikan persoalan kesalahpahaman itu secara kekeluargaan. [did]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini