Gunung Tangkuban Parahu Ditutup Sementara untuk Wisatawan
Merdeka.com - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan, objek wisata alam Tangkuban Parahu di Kabupaten Bandung Barat ditutup untuk dikunjungi wisatawan pascaerupsi yang terjadi, Jumat (26/7).
"Jelas kalau wisata ditutup sementara, karena situasi dan kondisi seperti itu," kata Uu usai menghadiri acara seribu anak menggiring bola di Kabupaten Garut, seperti dilansir Antara, Sabtu (27/7).
Dia mengatakan, pemerintah serta unsur terkait sudah melakukan tindakan cepat saat Gunung Tangkuban Parahu erupsi. Hasil laporan, peristiwa itu tidak membahayakan manusia. Semua dalam kondisi aman selama mengikuti arahan dan instruksi dari aparat berwenang.
"Insya Allah tidak membahayakan, aman-aman saja oleh karena itu saya paham masyarakat tenang saja, ikuti instruksi dari pemerintah, informasi dari pemerintah," katanya.
Dia mengimbau, masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar gunung api tersebut untuk menghindari ancaman yang membahayakan manusia.
"Jadi jangan melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak dianjurkan pemerintah," katanya.
Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, Gunung Tangkuban Parahu terjadi erupsi pada Jumat pukul 15.48 WIB yang tidak didahului oleh peningkatan kegempaan vulkanik. Debu abu vulkanik yang menyelimuti sekitar wilayah Kawah Ratu pascaerupsi Gunung Tangkuban Parahu pada Jumat (26/7), memiliki ketebalan hingga 10 cm.
"Kondisi terkini masih ada material debu di puncak kurang lebih ketebalannya mencapai 5 - 10 cm," kata Humas SAR Jawa Barat, Joshua Banjarnahor di Kawah Ratu Gunung Tangkuban Perahu, Sabtu.
Dia mengatakan sehari pascaerupsi, Tangkuban Perahu belum bisa dikunjungi untuk berwisata, karena masih tertutup material atau abu vulkanik yang cukup tebal itu.
Selain itu, kata dia, untuk keamanan dan keselamatan bersama, masyarakat sekitar diimbau untuk tidak beraktivitas dengan radius 500 m sampai 1 km.
"Hasil musyawarah dari semua unsur terkait, menetapkan sementara tempat ini tidak boleh dibuka umum dulu untuk keamanan dan keselamatan bersama," katanya.
Saat ini aparat kepolisian serta petugas siaga bencana lainnya masih berjaga di gerbang Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Perahu. Sementara ini sejumlah pedagang juga masih menunggu di sekitar gerbang untuk bisa menyelamatkan barang dagangannya di lokasi wisata itu.
Joshua menambahkan pihaknya bersama dengan berbagai unsur terkait masih terus melakukan pemantauan kondisi sekitar gunung. Hal tersebut demi keamanan dan keselamatan bersama.
"Kami dari kantor SAR Bandung sudah tiba sejak semalam dan melakukan pemantauan dan pengamanan masyarakat," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya