Gunung Agung kembali semburkan asap sulfatara setinggi 700 meter
Merdeka.com - Setelah cukup lama tenang, gunung Agung kembali mengeluarkan asap sulfatara. Itu setelah sore hari sekitar pukul 18.00 WITA, Rabu (15/11) kepulan asap tebal terlihat jelas menyembur dari kawah gunung tertinggi di Bali ini.
Pihak PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Agung membenarkan adanya rekaman yang mencatat asap pekat dikeluarkan Gunung Agung dan cenderung terus meningkat.
Berdasarkan laporan Anwar Sidiq dari Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Agung menyatakan, dari siang hingga sore hari asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 200-700 meter di atas puncak kawah.
Sedangkan periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WITA mencapai ketinggian 500 meter. Sementara dari kegempaan dalam 12 jam terkahir ini juga meningkat.
Dia menjelaskan, bahwa dari jam 12 siang hingga pukul 18.00 WITA terjadi 17 kali gempa. Dari 17 kali gempa tersebut diantaranya Vulkanik Dangkal ada 2 kali, Vulkanik Dalam terjadi 14 kali, dan gempa Tektonik Lokal hanya 1 kali.
"Sedangkan gempa dari jam 06.00 hingga 12.00 Wita hanya terjadi 10 kali," terangnya, Rabu (15/11) malam.
Di antaranya, ada gempa Tremor Non-Harmonik terjadi satu kali, Vulkanik Dangkal 3 kali, Vulkanik Dalam 4 kali, Tektonik Lokal 1 kali, dan Tektonik Jauh hanya 1 kali.
"Status Gunung Agung hingga sampai saat ini masih berada dilevel III siaga," ungkapnya.
Dia menjelaskan, bahwa direkomendasikan masyarakat dan wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 6 km dari kawah puncak gunung tersebut.
Selain itu juga ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 7,5 km.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya