Gubernur Lemhannas: Kawasan IKN Nusantara Rawan Serangan Udara

Kamis, 12 Mei 2022 22:09 Reporter : Dedi Rahmadi
Gubernur Lemhannas: Kawasan IKN Nusantara Rawan Serangan Udara Desain Istana Kepresiden Ibu Kota Baru. Instagram@nyoman_nuarta

Merdeka.com - Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto mewanti-wanti agar pemerintah menyiapkan kapasitas pertahanan negara tingkat tinggi untuk menjaga stabilitas di ibu kota baru atau ibu kota negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya pertahanan udara. Dari segi topografi, kata dia, serangan udara yang paling mungkin jika terjadi perang.

"Kerawanan utama di IKN adalah udara. Entah nanti bandara atau pangkalan udara di nusantara dibangun dengan mekanisme fortifikasi (tambahan) untuk hanggarnya atau menyiapkan pasukan gerak cepatnya," kata Andi dalam webinar dengan tema 'IKN dalam dinamika keamanan regional dan refleksi identitas Global Indonesia,' Kamis (12/5/2022).

Andi mengungkapkan kawasan IKN Nusantara juga berada dalam radius serangan rudal hipersonik milik negara yang memiliki persenjataan canggih, seperti India dan China. Perkembangan persenjataan dunia terbaru, adanya rudal gravitasi yang hanya ditempelkan di satelit, tanpa dibawa pakai pesawat atau yang lainnya.

"Rudal hipersonik ini bagi saya, ancaman utama untuk gelar pertahanan nusantara. Untuk rudal gravitasi, jangankan kita (Indonesia), Amerika Serikat, NATO, maupun China saja belum ada kemampuan untuk menangkal rudal itu," tutur Andi.

2 dari 2 halaman

Berikut ini matrik analisa terhadap pemindahan IKN di Nusantara:

Tata Kelola
Visi Kota Dunia untuk Semua untuk mewujudkannya dibutuhkan sistem pertahanan kuat untuk menjaga dan melindungi IKN Nusantara.

Risiko
- Memiliki kerentanan udara tinggi, masuk dalam cakupan rudal balistik negara besar serta mendekati pengelolaan ruang udara negara tetangga.
- Memiliki perbatasan darat yang memudahkan negara tetangga memobilisasi pasukan menyerang Nusantara.
- Kawasan pusat persaingan negara adidaya, mendekati pangkalan militer AS dan Tiongkok, serta persaingan visi arsitektur negara besar.
- Mendekati jalur pelayanan global berkontur laut yang mendukung gelar kekuatan kapal selam.

Krisis
- Serangan militer di Kawasan IKN Nusantara.
- Mendekati potensi lokus perang hegemoni masa depan.

Respons
- Reorganisasi militer untuk mengakomodasi pemindahan IKN.
- Mengubah paradigma pertahanan darat menjadi mobilitas strategis.
- Memodernisasi alutsista, khususnya pertahanan udara.
- Pengembangan sistem keamanan siber. [ded]

Baca juga:
DPRD DKI Bentuk Pansus Terkait Perpindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur
Suku Asli Tolak IKN Karena Tak Pernah Diajak Bicara Pemerintah dan Takut Digusur
Infrastruktur Hijau Dibangun di Ibu Kota Baru, Seperti Apa?
Potensi Pembangunan IKN, Waskita Beton Precast Target Kontrak Baru Tumbuh 30 Persen
Cerita Erfitri Manfaatkan Libur Lebaran Wisata ke 'Taman Safari Versi IKN'
CEK FAKTA: Hoaks, Video WN China Calon Penghuni IKN Mulai Berdatangan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini