Gubernur Kalteng berang anak buah pungli urus izin ke pamannya

Kamis, 8 November 2018 00:32 Reporter : Henny Rachma Sari
Gubernur Kalteng berang anak buah pungli urus izin ke pamannya Sugianto Sabran. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Gubenur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran berang mengetahui anak buahnya lakukan pungutan liar (pungli) ke Abdul Rasid, yang tak lain adalah pamannya sendiri. Praktik culas itu dilakoni aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov.

"Paman saya yakni Abdul Rasid ada mengurus izin, tapi ditahan dan dimintai uang Rp 40 juta. Saya ini Gubernur, keponakan dari Abdul Rasid. Sudah tahu itu paman Gubernur, dan bisa kapan saja menghubungi saya, tetapi tetap dimintai uang. Ini gila," kata Sugianto saat melantik Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri di Istana Isen Mulang Palangka Raya, Rabu (7/11).

Praktik lancung lainnya, ada orang mengaku atas nama Gubernur Kalteng meminta uang sebesar 7.000 dolar Singapura kepada pengusaha yang sedang mengurus izin. Ternyata pengusaha tersebut teman mantan Kapolda Kalteng dan sekarang ini menjabat Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Fakhrizal.

Alhasil, Fakhrizal pun menghubungi dirinya untuk menanyakan kebenaran duit 7.000 dolar singapura itu. Praktis, orang nomor satu di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila ini merasa sangat malu.

"Fakhrizal itu sudah seperti abang saya. Sudah seperti keluarga. Bagaimana muka saya mendengar informasi itu. Di masyarakat pun (sekarang ini) seolah Gubernur itu bobrok," tegasnya.

Dia mengaku, mengetahui dan memiliki data anak buah yang berupaya melakukan Pungli, baik dari Kabid hingga Kasubbdit di lingkungan Pemprov Kalteng.

"Ada perantara, ada Kabid yang bermain, ada kasubbid dibawahnya yang bermain. Ada datanya. Kalau saya tidak sayang kalian (ASN Pemprov Kalteng), diproses kalian. Mau diproses. Dari pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang operasi tangkap tangan (OTT), lebih baik diproses Saber Pungli Polda Kalteng," kata Gubernur.

Dia meminta kepada Sekda yang baru dilantik untuk membersihkan permasalahan Pungli tersebut.

"Kepada keluarga Gubernur saja berani meminta, apalagi kepada yang lain. Sampai tidak habis pikir saya," tegasnya. Dikutip dari Antara. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Pungutan Liar
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini