Gubernur Banten Pecat Empat ASN Dinkes Banten Buntut Pengunduran Diri Massal

Senin, 14 Juni 2021 13:08 Reporter : Dwi Prasetya
Gubernur Banten Pecat Empat ASN Dinkes Banten Buntut Pengunduran Diri Massal Guubernur Banten Wahidin Halim. ©ANTARA/Mulyana

Merdeka.com - Sebanyak empat pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten yang status Aparatur Sipil Negara (ASN) dipecat oleh Gubernur Wahidin Halim. Pemecatan ini buntut pengunduran diri massal 20 PNS Dinkes Provinsi Banten.

Empat orang itu dipecat dengan alasan etika jabatan. Mereka dianggap telah memobilisasi ASN lainnya untuk ramai-ramai mengundurkan diri.

"Alasanya melanggar etika jabatan, karena mempengaruhi, mengajak ASN lain mundur dari jabatan," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Komarudin, Senin ( 14/6).

Komarudin mengungkapkan, salah satu pejabat yang dipecat adalah Sekretaris Dinkes. Tiga lainnya merupakan golongan eselon III dua orang dan eselon IV dua orang.

"Insial Ak, Wy, Mm, AR. Eselon III dua (orang), eselon IV dua (orang). Ya tadi sudah dijelaskan (provokator). Hari ini juga (dipecat)," jelasnya.

Kekosongan jabatan di Dinkes Banten telah diisi dengan pejabat baru hasil seleksi. Mereka dilantik langsung oleh Gubernur Banten di halaman Kantor Dinkes Banten.

Sebelumnya diberitakan, publik dikejutkan dengan pengunduran diri serentak 20 pejabat eselon III dan IV. Dalam isi surat pengunduran diri, ada dua poin yang disampaikan kepada Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten.

Poin pertama dalam surat berisi, "Selama ini kami telah bekerja secara maksimal dalam melaksanakan tugas sesuai arahan Kepala Dinas Kesehatan yang dilakukan dengan penuh tekanan dan intimidasi. Kondisi tersebut membuat kami bekerja dengan tidak nyaman dan penuh ketakutan.”

Poin kedua dalam surat tersebut berisi, "Sesuai perkembangan saat ini, rekan kami Ibu LS ditetapkan sebagai tersangka pengadaan masker untuk penanganan Covid-19. Yang bersangkutan dalam melaksanakan tugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sesuai perintah kepala Dinas Kesehatan. Dengan kondisi penetapan tersangka tersebut kami merasa kecewa dan bersedih karena tidak ada upaya perlindungan dari pimpinan.”

Atas kedua kondisi itu, para penjabat di Dinkes menyatakan sikap mengundurkan diri dari pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Ada 20 pejabat eselon III dan IV yang menandatangani di atas materai.

Gubernur Banten Wahidin Halim menyesalkan pengunduran diri 20 pejabat di lingkungan Dinkes Provinsi Banten di tengah pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan masker di instansi itu. Menurutnya, langkah mereka sama dengan melarikan diri (desersi) dari tugas.

"Saya mengerti situasi keprihatinan para staf, eselon 3 dan 4 dengan ditahannya saudara Lia. Saya kira bentuk solidaritas ini bisa dipahami, namun masalah hukum ini sedang diproses dan ditegakkan oleh Kejati Banten. Dan kita harus memberikan kepercayaan kepada Kejaksaan. Dan tentunya sebagai pimpinan saya juga prihatin," ujar Wahidin, Senin (31/5) malam.

Namun dia tidak bisa menoleransi pengunduran diri para pejabat Dinas Kesehatan. Alasannya, mereka terlalu gampang mengambil sikap itu di saat Pemprov Banten sedang menghadapi masa pandemi dan berusaha melindungi rakyat dengan sebaik-baiknya.

"Setelah sekilas, saya pelajari pengunduran diri ini bukan semata-mata karena solidaritas karena temannya ditahan. Mereka-mereka adalah orang-orang lama yang kinerjanya sudah kita tahu tidak mau mengubah mindsetnya dengan upaya pemerintah provinsi dalam memerangi korupsi. Meningkatkan pelayanan pada masyarakat dan meningkatkan administrasi pemerintahan yang baik," sebut Wahidin. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Banten
  3. PNS
  4. Wahidin Halim
  5. Serang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini