Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Grab kerja sama dengan polisi ungkap kasus driver rampok dan cabuli penumpang

Grab kerja sama dengan polisi ungkap kasus driver rampok dan cabuli penumpang Korban perampokan dan pencabulan driver Grab. ©2018 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Laporan seorang penumpang yang diduga dirampok dan dicabuli driver, langsung ditanggapi manajemen Grab Indonesia. Perusahaan jasa angkutan online itu menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengaku menyesali, atas insiden dugaan pelecehan seksual dan kekerasan yang dialami penumpang seorang mahasiswi di Palembang inisial AN (19) beberapa waktu lalu.

"Segenap manajemen Grab menyesali atas terjadinya tindak kriminal yang diduga melibatkan salah satu mitra pengemudi GrabCar di Palembang," ungkap Ridzki dalam rilis yang diterima merdeka.com, Senin (7/5).

Menurutnya, Grab akan memberikan dukungan kepada korban akibat kejadian itu. Manajemen Grab Indonesia juga siap membantu Kepolisian dalam mengumpulkan informasi yang akurat baik dari sisi penumpang maupun mitra pengemudi.

"Saat ini, investigasi oleh Kepolisian masih berlangsung dan kami bekerja sama dengan pihak berwajib untuk mengungkapkan sejumlah fakta terkait kejadian ini sebelum kami dapat memberikan informasi lebih lanjut. Kami yakin kita dapat bahu-membahu untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan," ujarnya.

Grab Indonesia juga bersedia melayani keluhan konsumen ketika menikmati angkutan online itu. Masyarakat dan mitra pengemudi bisa menghubungi nomor layanan di nomor +6221 8064 8777 atau email support.id@grab.com.

"Jika masyarakat memiliki pengalaman berkendara yang tidak berkenan, kami mohon untuk segera melaporkannya kepada pihak berwajib dan layanan konsumen Grab," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, AN melapor ke SPKT Polresta Palembang karena menjadi korban perampokan dan pencabulan yang dilakukan oleh driver GrabCar, Jumat (4/5). Dia juga nyaris diperkosa di dalam mobil.

Dalam laporannya, korban mengaku memesan taksi online dari Pasar Lemabang menuju kampusnya di kawasan Plaju Palembang. Begitu melintas di Simpang RS Charitas, mobil yang ditumpangi korban malah berbelok arah menuju Simpang Polda Sumsel.

Merasa curiga, korban meminta driver berhenti dan dia ingin turun di sana. Tiba-tiba, seorang pelaku keluar dari bangku belakang yang langsung menyekap dan mencekik lehernya.

Di dalam mobil, korban mengalami pelecehan seksual. Dia hampir saja diperkosa oleh kedua pelaku. Pelaku juga sempat melukai tangan korban dengan silet. Tak lama kemudian, korban berteriak sehingga pelaku menurunkannya di dekat Mapolda Sumsel. Dia pun akhirnya melapor ke Mapolresta Palembang.

Kepada petugas, korban mengaku tidak mengetahui jika di dalam mobil ada orang lain yang duduk di bangku belakang. Sebab, kaca spion di depan sopir tidak diarahkan ke belakang, tetapi ke arahnya.

"Saya hampir diperkosa, kalau teriak mau dibunuh. Pelakunya dua orang, satu sopir dan satunya duduk di bangku belakang," ungkap korban AN saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Sabtu (5/5).

Selain mengalami luka sayatan dan dicabuli, korban juga mengalami kehilangan barang-barang miliknya seperti handphone dan laptop karena diambil pelaku. Dia mengingat mobil yang dikendarainya jenis Avanza warna merah.

"Saya dibegituin (dicabuli) selama dua jam. Saya nekat teriak dan akhirnya diturunkan juga," kata dia.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP