GO-JEK ditolak, giliran taksi online Grab datang di Solo

Jumat, 17 Maret 2017 17:14 Reporter : Arie Sunaryo
GO-JEK ditolak, giliran taksi online Grab datang di Solo Konvoi ojek online dan angkot. ©2017 Merdeka.com/Mitra Ramadhan

Merdeka.com - Belum usai penolakan dan perselisihan antara ojek online (GO-JEK) dengan pengemudi Taksi Mahkota, kini datang taksi online Grab akan yang akan menjajaki pasar di Solo. Bahkan Grab telah mengundang enam perusahaan taksi di Solo untuk menggunakan aplikasi tersebut.

"Memang benar, tapi baru dua perusahaan yang tertarik, PT Sekar Gelora Taksi dan melaporkan kesini," ujar Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta, Taufiq Muhammad, Jumat (17/3).

Dia mengatakan, PT Sekar Gelora Taksi sudah melaporkan perkembangan penjajakan bisnisnya dengan Grab. Namun hanya sebatas perkembangan awal dan belum sampai kesepakatan kerja sama hitam di atas putih.

"Mereka baru laporan saja. Komitmennya, Grab hanya masuk ke taksi resmi yang ada di Solo saja," jelasnya.

Taufiq menjelaskan, menurut rencana, kerja sama antar perusahaan angkutan umum tersebut baru akan diresmikan pekan depan. Pihaknya akan melihat terlebih dahulu bentuk kerja sama yang akan dilakukan.

"Kami akan lihat dulu bentuk kerjasamanya seperti apa. Jangan sampai mereka menggunakan mobil pelat hitam," tandasnya.

Taufiq menilai, kerjasama Grab sebagai penyedia aplikasi online dengan Gelora Taksi sebagai perusahaan angkutan umum berizin, telah sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 32 Tahun 2016. Berbeda dengan GO-JEK, seperti tertera dalam UU No 22 tahun 2009, kendaraan roda dua bukan dikategorikan sebagai angkutan umum.

Direktur PT Sekar Gelora Taksi, Meddy Sulistyanto mengatakan, uji coba sistem telah dilakukan Kamis (16/3) kemarin. Menurutnya, dari 239 armada yang dimiliki, baru 70 armada yang diuji cobakan. Dia beralasan, ingin melihat dulu respon masyarakat, guna dilakukan evaluasi.

Terkait peluncuran aplikasi online G-Line yang dilakukan Gelora Taksi pada pertengahan 2016, Meddy menjelaskan, aplikasi tersebutbtetap digunakan secara berdampingan dengan Grab. Selain itu pihaknya juga tetap menerima pesanan melalui telepon. [dan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini