GNPF MUI ogah disebut meminta pertemuan dengan Presiden Jokowi
Merdeka.com - Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir mengatakan pihaknya membantah meminta bertemu Presiden Joko Widodo saat perayaan hari raya Idul Fitri. Bachtiar menyebut GNPF MUI hanya menggagas adanya dialog dengan Presiden.
"Pertemuan kita dengan Presiden yang dikesankan ada kata meminta ketemu. Yang benar bukan meminta tetapi kami menggagas terjadinya dialog antara GNPF MUI dengan Presiden. Kata itu yang perlu kami garis bawahi," kata Bachtiar di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (27/6).
Bachtiar mengungkapkan isi pembicaraan antara GNPF dan Presiden Jokowi. Saat bertemu, kata dia, Presiden Jokowi menyayangkan tidak adanya dialog antara pemerintah dan GNPF pasca aksi akbar 411. Kedua, Presiden Jokowi juga membicarakan soal program tanah untuk rakyat serta keseimbangan ekonomi.
"Kenapa ini saya pertegas, karena Presiden sempat tiga kali berkata begini 'seandainya terjadi dialog antara kita di 411 mungkin enggak akan ada judulnya 212, enggak ada lagi yang ini itu. Kemudian Presiden berbicara tentang yang lain, bagaimana program tentang tanah untuk rakyat yang kemudian Presiden juga berbicara bagaimana berusaha untuk menyeimbangkan ekonomi," terangnya.
Pihaknya menduga ada hal yang menghambat dialog antara GNPF dan Presiden Jokowi. Sebab, dia mengklaim sebenarnya Presiden juga menginginkan adanya dialog sebagai solusi agar tidak ada pengerahan massa.
"Ini menunjukkan bahwa sebetulnya Presiden juga ingin ini (dialog) terjadi. Berkali-kali kami ingin sekali berdialog. Menjadikan dialog sebagai jalan solusi dengan tidak melulu menjadikan mobilisasi massa sebagai sarana untuk meminta berjumpa," sambung Bachtiar.
Ditambahkannya, gagasan untuk berdialog dengan Presiden Jokowi tidak dilakukan secara tiba-tiba. Rencana pertemuan dengan Presiden Jokowi telah digagas sejak aksi 411. Bahkan, sebelum bertemu Presiden Jokowi, GNPF lebih dulu duduk bersama dengan Wapres Jusuf Kalla dan beberapa menteri kabinet kerja.
"Jadi malam terakhir Ramadan itu pun kami sudah duduk dengan Pak Menkopolhukam. Satu hari sebelum lebaran kami duduk dengan Menteri Agama, kemudian Menteri Agama akhirnya koordinasi dengan Menkopolhukam. Paginya minta izin ke Presiden, Presiden kemudian menerima. Sebelum ini kami sudah ketemu, saya tiga kali datang ke Pak JK dan satu kali didampingi oleh Menkopolhukam. Tujuannya agar terjadi dialog ini, tidak mendadak," pungkasnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya