Geolog Indonesia dan Australia Perkuat Penelitian Geologi Banyuwangi, Kaji Jejak Mineral di Geopark Ijen

Para geolog dari Indonesia dan Australia intensifkan Penelitian Geologi Banyuwangi, khususnya di Geopark Ijen dan Pulau Merah, untuk mengungkap potensi mineral dan sistem pembentukannya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Geolog Indonesia dan Australia Perkuat Penelitian Geologi Banyuwangi, Kaji Jejak Mineral di Geopark Ijen
Para geolog dari Indonesia dan Australia intensifkan Penelitian Geologi Banyuwangi, khususnya di Geopark Ijen dan Pulau Merah, untuk mengungkap potensi mineral dan sistem pembentukannya. (AntaraNews)

Sejumlah geolog terkemuka dari Indonesia dan Australia baru-baru ini melakukan kunjungan penting ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka datang untuk mempelajari secara mendalam jejak mineral di kawasan Geopark Ijen, termasuk destinasi ikonik seperti Pulau Merah. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian pertemuan rutin Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) yang berfokus pada eksplorasi dan riset geologi.

Inisiatif ini bertujuan untuk mengkaji potensi mineralisasi di Banyuwangi serta memahami sistem pembentukannya yang unik. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan berharga bagi upaya pencarian mineral di berbagai wilayah, baik di Indonesia maupun di kancah internasional. Para ahli geologi ini berupaya mengungkap rahasia geologi yang tersimpan di balik kekayaan alam Banyuwangi.

Pemilihan Banyuwangi sebagai lokasi studi tidak lepas dari potensi mineralnya yang kuat dan kondisi geologinya yang menarik, mirip dengan Gunung Ijen. Selain itu, kunjungan ini juga melibatkan peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang berfokus pada pengembangan kebijakan geopark. Bupati Banyuwangi turut mengapresiasi kolaborasi riset yang diharapkan membawa manfaat besar bagi daerah.

Mengkaji Potensi Mineral dan Geologi Unik Banyuwangi

Kunjungan geolog dari Indonesia dan Australia ke Banyuwangi merupakan bagian dari pertemuan MGEI, sebuah organisasi nirlaba di bawah Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI). Perwakilan MGEI, Arif Hermawan, menyatakan bahwa tujuan utama adalah mempelajari sistem pembentukan mineral. "Kami mempelajari bagaimana sistemnya terbentuk agar bisa menjadi rujukan pencarian mineral di wilayah lain tidak hanya di Indonesia, namun juga di luar Indonesia," kata Arif Hermawan.

Banyuwangi dipilih sebagai lokasi studi karena memiliki potensi mineral yang kuat dan karakteristik geologi yang relevan. Para geolog ingin mengkaji proses pembentukan mineralisasi dan keserupaannya dengan kondisi geologi yang ditemukan di Gunung Ijen. Pemahaman mendalam ini krusial untuk pengembangan eksplorasi mineral di masa depan.

Wakil Ketua Jaringan Geopark Indonesia, Abdillah Baraas, menekankan kekayaan geologi unik Banyuwangi. Menurutnya, Pulau Merah dan Gunung Ijen adalah dua jejak geologi yang saling berkaitan erat. "Jika ingin melihat masa lalu Pulau Merah, lihatlah Ijen. Jika ingin melihat masa depan Ijen, lihatlah Pulau Merah. Karena batuan di Kawah Ijen memiliki karakter yang mirip dengan Pulau Merah berwarna kemerahan akibat oksidasi dan sebagainya," jelas Abdillah.

Pengembangan Geopark Ijen dan Dampak Positifnya

Peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Arzyana Sunkar, turut serta dalam rombongan ini, dengan fokus pada pengembangan kebijakan geopark. Keterlibatan IPB menunjukkan komitmen terhadap aspek keberlanjutan dan pengelolaan Geopark Ijen. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi alam secara bertanggung jawab.

Arzyana Sunkar mengemukakan bahwa keberadaan Geopark Ijen telah memberikan manfaat luas bagi ekosistem dan masyarakat sekitarnya. Perkembangan Geopark Ijen dan pariwisata Banyuwangi dapat menjadi contoh tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di kancah dunia. Berbagai praktik baik, termasuk keterlibatan masyarakat dan pengelolaan potensi alam, menjadi model yang layak diterapkan di daerah lain.

Sebagai bentuk pengakuan dan promosi, Arzyana Sunkar mengatakan pihaknya berencana memperkenalkan Banyuwangi dalam forum International Conference on Responsible Tourism and Hospitality di Malaysia pada Juli tahun depan. "Kami mengundang Ibu Bupati dalam forum ini agar Banyuwangi semakin luas dan uang penting memperluas jaringan," ujarnya, menunjukkan ambisi untuk memperluas jejaring internasional Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik kunjungan ini dan mengapresiasi Banyuwangi sebagai pusat pembelajaran bagi akademisi dan profesional. "Kekayaan geologi kami memang harus dimanfaatkan untuk riset dan edukasi bagi pengembangan Indonesia ke depan. Semoga pengalaman ini mendorong semakin banyak kolaborasi dan membawa manfaat bagi pengembangan Geopark Ijen," kata Ipuk, menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap riset dan pengembangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi