Gempa & tsunami Sulteng, penguatan regulasi penanganan bencana harus dilakukan

Sabtu, 29 September 2018 16:49 Reporter : Mardani
Gempa & tsunami Sulteng, penguatan regulasi penanganan bencana harus dilakukan Dampak gempa di Palu dan Donggala. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 SR dan tsunami yang terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mengakibatkan jatuh korban jiwa. Data sementara BNPB, korban meninggal berjumlah 384 orang, luka 540 orang, dan hilang 29 orang.

Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) turut berduka atas musibah tersebut.

"Kami sekeluarga turut prihatin dan berduka atas bencana alam tersebut, dan meminta warga Palu dan Donggala bersabar dan bertawakal," katanya, Sabtu (29/9).

Ibas mendesak pemerintah, DPR dan stakeholder membangun regulasi mitigasi penanganan bencana nasional mengingat Indonesia adalah negara yang rentan terkena bencana.

"Kami mendorong dan mendesak pemerintah bersama DPR serta seluruh pihak terkait segera mendorong penguatan regulasi dan implementasi secara konkret mitigasi penanganan bencana nasional secara serius, agar ke depan wilayah-wilayah lain di Indonesia yang berpotensi bencana siap meminimalisasi korban bencana alam," katanya.

Putra bungsu Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mendesak agar seluruh kementerian dan lembaga terkait seperti Kementerian Perhubungan cepat memperbaiki jalur darurat bencana baik dari laut dan udara. Sehingga wilayah yang terisolasi dapat tersentuh bantuan.

Selain itu, dia meminta Kemeninfo dan mitra provider telekomunikasi memberikan perhatian serius membuka akses komunikasi warga agar terus bisa berkomunikasi dengan baik.

"Dengan memulihkan jaringan komunikasi, masyarakat Palu dan Donggala lebih cepat terbantu," katanya.

Untuk Kementerian sosial, dia meminta cepat mendistribusikan bantuan sosial dan penanganan trauma korban pasca bencana.

"Warga butuh penanganan cepat dan tepat, saya minta cepat dalam pendistribusian bantuan dan penanganan trauma para korban pasca bencana," katanya. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini