Garam impor untuk konsumsi, bos PT Garindo Sejahtera Abadi ditangkap
Merdeka.com - Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri menangkap Dirut PT Garindo Sejahtera Abadi (GSA), MA, di Gresik, Surabaya, Jawa Timur. MA ditangkap lantaran menyalahgunakan garam impor dari Australia dan India menjadi garam konsumsi.
"Garam impor tersebut diupayakan sedemikian rupa hingga jadi garam. Ada beberapa jenis. Ada yang diimpor dari Australia dan India," kata Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim, Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga, di Kantor Dittipideksus, Gedung Mina Bahari, Jakarta Pusat, Senin (28/5).
Perusahaan tersebut sudah beroperasi sejak tahun 2015. PT GSA mengubah garam industri menjadi konsumsi dapur. MA menambahkan kadar yodiumnya.
"Tapi masih di bawah kategori normal. Garam industri tidak bisa masuk ke meja makan, khusus untuk industri," papar Daniel.
Selain MA, 40 ribu ton garam juga diamankan yang disimpan dalam gudang milik MA.
"Garam tersebut ditemukan di dua gudang Gresik, Surabaya. Yaitu garam konsumsi beryodium dengan merek gajah tunggal sebanyak 5 kilogram. Dan bahan baku berupa garam harus konsumsi beryodium sebanyak 50 kilogram. Kemudian terdapat 10 ribu ton dan 20 ribu di dua gudang milik PT. GSA di Gresik, Jawa Timur," papar Daniel.
Atas perbuatannya MA ditahan di Mapolda Metro Jaya. Dan dijerat dengan Pasal 120 ayat 1 Jo Pasal 1 huruf B UU No 3 tahun 2014 tentang perindustrian, dan Pasal 144 Jo Pasal 147 UU No 18 tahun 2012 tentang pangan, serta Pasal 62 Jo Pasal 8 Ayat 1 UU Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya