Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gara-gara Kopi, Polisi di Kudus Reflek Pukul Seorang Penyandang Disabilitas

Gara-gara Kopi, Polisi di Kudus Reflek Pukul Seorang Penyandang Disabilitas Ilustrasi Polisi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Polsek Gebog, Kudus, berinisial DJ memukul seorang tuna grahita bernama Ridho (30) saat berada di Kecamatan Gebog. Dugaan pemukulan itu dipicu lantaran korban meminta kopi dengan melakukan gerak reflek, mengayunkan tangannya di depan anggota polisi itu.

"Jadi ini mungkin penyebab tidak sengaja terkena tangan dari oknum polisi tersebut yang juga reflek. Akibatnya korban mengalami luka lebam di bagian hidung," kata Wakapolsek Gebog Iptu Imam Soekirno, Jumat (13/12).

Dia mengungkapkan kejadian bermula ketika anak keterbelakangan mental itu mengetahui segelas kopi di depan polisi yang sedang berjaga di kantor bank, Kamis (12/12) pukul 11.00 WIB. Ketika itu, Ridho yang punya kebiasaan meminta kopi langsung mengambilnya.

"Tidak tahu kenapa kopi yang dia pegang itu mungkin panas kok tiba-tiba tangannya ke depan anggota. Anggota yang reflek tangannya juga bergerak mengenai hidung korban. Jadi bukan pemukulan, ini akan kami jadikan pembelajaran dan selanjutnya dilakukan pembinaan langsung oleh Kapolsek," jelasnya.

Terkait polisi melakukan dugaan pemukulan akan dikenakan sanksi. Polsek Gebog sudah melakukan mediasi antara jajarannya bersama keluarga korban.

"Untuk anggota sudah damai dengan korban (Ridho) dan keluarganya. Tentunya tidak ada yang menuntut lagi, mereka sudah saling memaafkan," jelasnya.

Soekirno menambahkan, anggota yang terlibat pemukulan baru bertugas di Polsek Gebog. Sehingga mungkin yang bersangkutan tidak mengetahui jika Ridho memiliki gangguan mental.

"Yang bersangkutan tidak mengetahui jika Ridho punya disabilitas jiwa," tutupnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP