Galaknya Karni Ilyas sukses besarkan majalah Forum Keadilan
Merdeka.com - Sejak bergabung dengan majalah Tempo November 1978, karir Karni Ilyas terus menanjak. Dia pernah menduduki posisi Redaktur Pelaksana (Redpel) Kompartemen Hukum, Kriminal, dan Album.
Pria bersuara parau tersebut juga dikenal mempunyai banyak kenalan di kalangan militer, kepolisian, advokat, hingga preman.
Gunawan Mohamad yang mengenal Karni setelah dirinya menjabat redaktur pelaksana mengatakan, seorang redaktur pelaksana memang dituntut untuk mengerti "peta bumi" sebuah peristiwa, sehingga bisa mengarahkan anak buahnya.
"Orangnya cerdas dan memiliki gairah yang tinggi untuk mempelajari dan mengetahui hukum dan permasalahan seputarnya. Saya lihat dia banyak mendidik reporter, sehingga mengerti permasalahan hukum." kata Gunawan Mohamad seperti dituliskan dalam buku 'Karni Ilyas Lahir Untuk Berita' karya Fenty Effendy.
Tiga tahun kemudian, oleh Direktur Utama majalah Tempo Eric Samola, Karni Ilyas dipercaya untuk memimpin majalah FORUM Keadilan. Saat menerima jabatan itu, bukan selamat yang diterima oleh pria kelahiran Bukittinggi, 60 tahun silam itu dari rekan kerjanya di Tempo, melainkan sifat pesimistis. Bahkan ada yang menganggap Karni hanya mencari perkara dengan memimpin majalah yang memiliki motto "Jujur dan Demokratis" itu.
Saat memimpin FORUM Keadilan, oplah majalah hanya mampu dicetak 12 hingga 15 ribu perbulannya. Oplah itu berubah sejak di tangan Karni. Bahkan di salah satu edisinya, yang berjudul "Nike Ardila, Korban Kehidupan Malam?" edisi 26/III/1995, penjualannya mampu menembus rekor penjualan tetinggi dengan 144 ribu eksemplar.
Dengan sumber daya manusia yang bisa dikatakan minim, Karni Ilyas seing turun tangan sendiri memeriksa naskah tulisan sebelum naik cetak. Setelah diperiksa, baru tulisan tersebut dikirim ke bagian percetakan. Tidak jarang jika tulisan reporternya dianggap kurang layak untuk dimuat, dia akan memerintahkan reportenya untuk menulis ulang.
"Allah telah menganugerahkan otak kepadamu, sayang kalau tidak dipakai," pesan Karni kepada reporternya.
Iskandar Siregar salah satu reporter yang pernah merasakan "pesan" Karni itu. "Waduh..., baru baca lead saja tulisan saya sudah dia lempar ke tong sampah. tapi bagusnya, apa yang dia kritik itu ada dasarnya."
Sayangnya hubungan Karni Ilyas dengan majalah FORUM Keadilan berakhir tragis. Setelah tujuh tahun bekerja, Karni dipecat karena tidak terdapat kesepahaman dengan pemegang saham mayoritas. Pada tanggal 9 Agustus 1999 Karni Ilyas dipecat dari jabatan pemimpin redaksi dan sebagai salah satu direktur di PT Forum Adil Mandiri.
Karni mengaku, pemecatan tersebut sangat menyakitkan hatinya. Karena dia merasa ditendang begitu saja dari majalah yang telah dibesarkannya.
"Kalau ditanya bagaimana perasaan saya waktu itu, rasanya kayak jalan terbang. patahannya melesak masuk bumi. Putus sudah tempat bergantung. saya betul-betul hopeless."
Tapi kesedihan itu tak lama, Karni kemudian memimpin Liputan6 SCTV, ANTV dan TVone. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya