Gagal Melaut akibat Cuaca Ekstrem, Nelayan di Semarang Terpaksa Berutang ke Rentenir

Jumat, 10 Januari 2020 00:03 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Gagal Melaut akibat Cuaca Ekstrem, Nelayan di Semarang Terpaksa Berutang ke Rentenir Nelayan Tambaklorok. ©2020 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Ratusan nelayan di Tambaklorok, Semarang Utara gagal melaut akibat terdampak cuaca ekstrem di sekitar perairan Laut Jawa. Demi kebutuhan sehari-hari, mereka terpaksa berutang ke rentenir hingga menggunakan tabungan pribadinya.

Seorang nelayan Tambaklorok, Budiono (63) mengaku karena tidak ada pilihan lain dirinya harus meminjam ke sejumlah tetangganya agar bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

"Kita pinjam bank plecit (rentenir) dulu untuk memenuhi kebutuhan kisaran Rp5 juta. Baru kalau cuaca sudah bagus hasilnya ada baru kita kembalikan cicilan utangnya," kata Budiono saat ditemui di lokasi, Kamis (9/1)

Dia menyebut sampai saat ini kondisi musim hujan membuatnya serba susah. Mengingat perubahan cuaca tidak bisa diprediksi, membuat hasil tangkapan menurun.

"Sekarang benar-benar sepi. Bahkan sekali melaut cuma dapat 50 kilogram ikan," ungkapnya.

Situasinya tambah rumit setelah harga ikan saat ini jatuh ke titik terendah. "Pas cuacanya normal dapatnya cuma lima kuintal. Tapi harganya murah-murah. Dapatnya paling ikan teri, seriding, rajungan," tuturnya.

nelayan tambaklorok

©2020 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Tidak hanya dia saja, kata Budiono terdapat 800 nelayan Tambaklorok yang gagal melaut karena cuaca. Rata-rata semua takut melaut pada malam hari.

"Mereka semua ketakutan semua kalau melaut. Anomali cuacanya memang membuat kita ketar-ketir kalau mau melaut di malam hari. Mending menunggu cuaca membaik lah," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tiga Berlian, Ahmad Sueb mengaku menghadapi musim penghujan momen susahnya nelayan. Para nelayan tidak bisa melaut, memilih untuk jalan lain meminjam uang ke rentenir dengan bunga 30 persen.

"Rata-rata mereka pinjam Rp5 juta sampai Rp10 juta. Bayangkan itu saja sudah menjerat bunganya, belum nanti kendala pada cicilannya," kata Ahmad Sueb.

Sueb menjelaskan kondisi sulitnya nelayan, justru dimanfaatkan oknum warga untuk menawarkan pinjaman uang. Dia juga pernah disuruh mengkoordinir beberapa nelayan bagi yang membutuhkan.

"Pernah tapi saya tolak. Saya tidak tega dengan bunga sangat tinggi. Tapi masih tetap, para nelayan pinjam," jelasnya.

Nelayan Tambaklorok berharap Pemerintah Kota Semarang memfasilitasi pinjaman uang dengan bunga rendah lewat lembaga keuangan mikro atau perbankan. Keinginan tersebut sangat dibutuhkan Nelayan saat tidak bisa melaut untuk menangkap ikan di saat cuaca ekstrem saat ini.

"Harapannya adalah sejenis lembaga keuangan kecil atau perbankan, agar warga sini khususnya Nelayan itu tidak meminjam uang di rentenir. Kalau pinjam rentenir kan mudah tanpa syarat," tutup Sueb. [bal]

Baca juga:
Pemerintah Minta Penumpang Pesawat Siap Gagal Terbang Saat Musim Cuaca Ekstrem
BMKG Prediksi Malam Ini Hingga 3 Hari ke Depan Turun Hujan Sangat Lebat
Prediksi Hujan Besar 12 Januari, AS Imbau Warganya Waspada
BPPT Tabur 32 Ton Garam Cegah Hujan Ekstrem di Jabodetabek
Curah Hujan Tinggi Pada 5-10 Januari, Tak Se-ekstrem Dibandingkan Tahun Baru
Hari Pertama Sekolah, Jakarta Diprediksi Hujan Petir dan Angin Kencang

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Nelayan
  3. Cuaca Ekstrem
  4. Semarang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini