Fuad Amin Akui Kerap Beri Hadiah Kepada Eks Kalapas Sukamiskin

Rabu, 6 Februari 2019 21:16 Reporter : Aksara Bebey
Fuad Amin Akui Kerap Beri Hadiah Kepada Eks Kalapas Sukamiskin Fuad Amin bersaksi di sidang Wahid Husen. ©2019 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Narapidana Lapas Sukamiskin, Fuad Amin dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus suap dengan terdakwa eks Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen. Mantan Bupati Bangkalan itu mengakui kerap memberikan hadiah untuk tersangka.

Sejumlah hadiah yang diberikan ia akui bermacam-macam dari mulai uang operasional mobil, biaya hotel hingga cincin batu akik. Ia mengklaim hal itu didasari dari sifatnya yang suka memberikan sesuatu kepada orang lain.

"Saya terbiasa ngasih seperti itu dulu ke orang lain. Saya menolong saja. Saya suka batu akik, saya koleksi. Saya kasih aja," ujar Fuad menjawab pertanyaan jaksa dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (6/2).

Jaksa KPK menanyakan sejumlah pemberian yang diberikan Fuad kepada Wahid. Misalnya fasilitas operasional mobil dan hotel saat Wahid bersama keluarga menghadiri undangan ke Surabaya.

Jaksa menanyakan terkait surat dakwaan, bahwa Fuad memberikan uang sebesar Rp 5 juta kepada Hendry untuk operasional menerima tamu Wahid. Ia mengakuinya memberikan secara cash, namun tak tahu peruntukannya.

"Betul saya pernah ngasih Rp 5 juta. Seinget saya cash," jawab Fuad.

Jaksa kemudian merujuk surat dakwaan yang disebut Wahid menerima uang Rp 71 juta dari Fuad yang sebagian besar diberikan melalui ajudan Wahid Husen, Hendry Saputra.

"Saya tidak pernah memberikan uang (langsung) kepada pak Wahid. Tapi saya pernah dua kali memberi uang kepada Hendry untuk umroh di tahun 2017 Rp 20 juta dan tahun 2018 Rp 25 juta," ungkap Fuad.

Jaksa kemudian menanyakan maksud dari pemberian hadiah tersebut. Wahid mengaku hal itu karena Hendry sudah berbuat baik pada dirinya selama menjalani hidup di Lapas.

"Orang Madura itu kalau sudah baik sama orang, nyawa pun diberikan," tegas Fuad.

Untuk diketahui, dalam dakwaan jaksa, diketahui berbagai kemudahan dalam hal pemberian ijin keluar dari Lapas tersebut, Wahid menerima sejumlah uang dan fasilitas dari Fuad Amin yang sebagian besar diserahkan melalui Hendry Saputra dengan cara ditransfer ke rekening Bank BCA cabang Kiaracondong atas nama Mochamad Doni Drajay (keponakan Hendry
Saputra). Antara lain sebagai berikut :

  • Pada tanggal 31 Maret 2018 sebesar Rp 10.000.000 yang dipergunakan untuk uang saku kegiatan dinas Terdakwa ke Jakarta.
  • Pada tanggal 7 April 2018 sebesar Rp 5.000.000 yang dipergunakan untuk uang operasional Terdakwa menjamu tamu.
  • Pada tanggal 13 April 2018 sebesar Rp 20.000.000 yang dipergunakan oleh Terdakwa beserta keluarganya menghadiri undangan di Surabaya.
  • Selain itu Terdakwa juga menerima fasilitas dipinjamkan mobil Toyota Innova serta dibayari menginap di hotel Ciputra Surabaya selama 2 (dua) malam.
  • Pada tanggal 19 April 2018 sebesar Rp 10.000.000 yang dipergunakan Terdakwa untuk keperluan menerima tamu dari kantor Kementerian Hukum dan HAM.
  • Pada tanggal 8 Mei 2018 sebesar Rp 20.000.000 yang diterima langsung Terdakwa dalam amplop di kamar (sel) FUAD AMIN IMRON. Uang tersebut selanjutnya dipergunakan Terdakwa untuk kegiatan ziarah ke Tasikmalaya.
  • Pada tanggal 8 Juni 2018 sebesar Rp 6.000.000 yang dipergunakan untuk membayar pesanan makanan berbuka puasa dari restoran Al Jazeerah Signature Middle East.
[fik]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini