Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Aksi Emak-Emak di Lebak Tanam Padi di Tengah Jalan, Protes Jalan Rusak Kerap Jadi Penyebab Kecelakaan

Aksi Emak-Emak di Lebak Tanam Padi di Tengah Jalan, Protes Jalan Rusak Kerap Jadi Penyebab Kecelakaan

Aksi Emak-Emak di Lebak Tanam Padi di Tengah Jalan, Protes Jalan Rusak Kerap Jadi Penyebab Kecelakaan

Pengendara yang lewat kerap tergelincir karena jalan menjadi kubangan lumpur. Anak-anak sekolah pun terpaksa melepas sepatu saat melintas.

Belasan emak-emak di Lebak, Banten, tampak membawa cangkul, topi caping, dan bakul berisi benih padi. Bukan di sawah, mereka menanam benih padi di tengah jalan yang digenangi air.

Tak berapa lama, dua warga mulai mencangkul tanah di sekitar. Ibu-ibu yang membawa benih lantas mulai membungkuk di tanah yang gembur dan menanam padi dengan berjalan mundur.

Aksi ini dilakukan di jalan penghubung desa yang sudah rusak selama bertahun-tahun.

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa ini berlangsung di jalan antar kampung kawasan Kebon Kalapa, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak.

Jangankan diperbaiki, ditengok saja tidak pernah oleh pihak berwenang. Warga kemudian bergerak melakukan protes, agar keluhannya didengar dan perbaikan jalan secara layak bisa segera dilakukan.

Aksi Emak-Emak di Lebak Tanam Padi di Tengah Jalan, Protes Jalan Rusak Kerap Jadi Penyebab Kecelakaan
Kondisi Jalan Berlumpur

Kondisi Jalan Berlumpur

Warga sendiri merasa jengkel karena kondisi jalan yang sudah lama sekali tidak diperhatikan.

Kondisinya sungguh memprihatinkan karena dipenuhi lumpur dan kubangan air, terlebih saat ini masih masuk musim penghujan.

Siapapun yang melintas akan merasakan kondisi tak nyaman karena lumpur menempel di sepatu, sandal, sampai roda kendaraan.

Hal yang sama tentu dirasakan siswa sekolah yang harus rela melepas sepatu mereka saat berangkat dan pulang sekolah agar noda kotor tidak mengenai sepatu yang masih harus dipakai keesokan harinya.

Perjuangan bagi Pengendara Roda Dua

Bagi pemilik kendaraan roda dua, melewati jalur Kampung Kebon Kalapa merupakan mimpi buruk. Mereka harus mengendalikan sepeda motor agar tidak tergelincir.

Kontur jalan yang tidak beraspal dan lembek membuat roda belakang seringkali selip bahkan sampai harus dibantu warga yang melintas.

Menurut penuturan warga, kondisi ini menjadi pemandangan sehari-hari yang dijumpai di sana.

Aksi Emak-Emak di Lebak Tanam Padi di Tengah Jalan, Protes Jalan Rusak Kerap Jadi Penyebab Kecelakaan

“Sekarang jalannya sudah hancur banget,  tidak bisa dilalui  motor,” kata warga setempat, Rosidah, mengutip Youtube SCTV Banten.

Membahayakan Pengguna Jalan

Dengan kondisi itu, sudah tentu mobilitas warga menjadi terhambat. Dampaknya, peristiwa kecelakaan di sana sering terjadi.

Motor yang melintas mengalami tergelincir hingga terjatuh. Pengguna pun turut kerepotan kalau seperti itu. Jalanan sudah tidak cocok disebut sebagai pembuka akses, lantaran kondisinya mirip kubangan kerbau.

“Sudah banyak yang jatuh di sini, akhirnya ya kami jadikan tandur saja kalau begini,” katanya.

Harapan Warga

Harapan Warga

Salah seorang warga yang juga siswa sekolah di sana mengaku kesulitan saat melintas di jalanan berlumpur. Pasalnya, sepatu yang digunakan harus ia tenteng agar tidak kotor.

Kejadian ini sudah ia alami sejak kelas 1 dan sekarang ia sudah hampir lulus sekolah. Dia berharap agar jalanan segera diperbaiki sehingga mulus dan membantu mobilitas masyarakat setempat.

“Dari waktu kelas satu juga sudah begini jalannya, jadinya saya harus nyeker kalau sekolah karena sepatunya takut kotor. Harapannya semoga jalannya segera dibangun lagi,” kata siswa yang kini duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kakek Buat Laporan Usai Cucunya Alami Kekerasan di TK Internasional Serpong, Polisi Selidiki & Cek Lokasi
Kakek Buat Laporan Usai Cucunya Alami Kekerasan di TK Internasional Serpong, Polisi Selidiki & Cek Lokasi

Rena menegaskan, laporan itu dia dibuat agar pihak sekolah bertanggungjawab atas permasalahan yang terjadi.

Baca Selengkapnya
Alasan SMK Lingga Kencana Depok Gelar Perpisahan di Subang yang Berujung Petaka
Alasan SMK Lingga Kencana Depok Gelar Perpisahan di Subang yang Berujung Petaka

10 Siswa dan guru SMK Lingga Kencana Depok tewas usai kecelakaan tersebut

Baca Selengkapnya
Penampakan Mengerikan Petir Menyambar Bulan Sabit di Atas Menara Jam Makkah, Guru Sekolah Wafat saat Badai
Penampakan Mengerikan Petir Menyambar Bulan Sabit di Atas Menara Jam Makkah, Guru Sekolah Wafat saat Badai

Hujan yang membawa angin kencang tersebut turut membuat kilatan petir di langit Makkah.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Putra Eks Kasau Tepis Sukses jadi Perwira Polisi karena Anak Jenderal 'Menjadi Perintis Lebih Gagah dari Pewaris'
Putra Eks Kasau Tepis Sukses jadi Perwira Polisi karena Anak Jenderal 'Menjadi Perintis Lebih Gagah dari Pewaris'

Iptu Hafiz Akbar menepis kesuksesan dirinya lantaran anak jenderal.

Baca Selengkapnya
Gara-gara Kesenggol Polisi Waktu Sekolah, Cerita Prajurit TNI AD Asal Aceh Ini Ingin Jadi Tentara, Sang Komandan 'Berkelahi Ya'
Gara-gara Kesenggol Polisi Waktu Sekolah, Cerita Prajurit TNI AD Asal Aceh Ini Ingin Jadi Tentara, Sang Komandan 'Berkelahi Ya'

Cukup menarik, kisah dari Prada TNI Riyan ini sontak membuat sang komandan memberikan reaksi.

Baca Selengkapnya
Dibacok Ibu Kandung sampai Tewas, Anak 8 Tahun Ucapkan Kalimat Terakhir: Perut Aku Sakit
Dibacok Ibu Kandung sampai Tewas, Anak 8 Tahun Ucapkan Kalimat Terakhir: Perut Aku Sakit

Istrinya tengah menjalani rawat jalan sejak mengidap ODGJ enam bulan lalu.

Baca Selengkapnya
Perkara 8 Siswa Binus School Serpong Pelaku Perundungan Segara Dilimpahkan ke Kejaksaan
Perkara 8 Siswa Binus School Serpong Pelaku Perundungan Segara Dilimpahkan ke Kejaksaan

Lantaran upaya diversi yang dilakukan pihak Kepolisian tidak menemui kesepakatan antara korban dengan 8 anak berhadapan hukum (ABH).

Baca Selengkapnya
Empat Pelaku Tawuran Bacok Pemuda di Mampang Terancam 15 Tahun Penjara
Empat Pelaku Tawuran Bacok Pemuda di Mampang Terancam 15 Tahun Penjara

Korban maupun keempat tersangka adalah pelaku tawuran dari dua sekolah di wilayah Jakarta Selatan.

Baca Selengkapnya
Usai Membunuh, Pelajar SMK di Penajam Paser Setubuhi Jasad Ibu Pacarnya dan Sang Kekasih
Usai Membunuh, Pelajar SMK di Penajam Paser Setubuhi Jasad Ibu Pacarnya dan Sang Kekasih

Korban tewas yakni WL (35), SW (34), VD (12), RJ (15) dan ZA (3). Kelimanya luka di bagian kepala.

Baca Selengkapnya