Bupati nonaktif Kolaka Timur Abdul Aziz dengan memakai rompi KPK dan tangan diborgol berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Liputan6.com/Helmi Fithriansyah (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Bupati nonaktif Kolaka Timur, Abdul Aziz, keluar dari Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan, Jakarta, Rabu (27/8/2025). Abdul Aziz diperiksa terkait kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) pembangunan RSUD Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, dengan nilai proyek mencapai Rp150 miliar.
Sebelumnya, Abdul Aziz ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 7 Agustus 2025. Penangkapan itu disebut berkaitan dengan dugaan suap pembangunan rumah sakit daerah. Abdul Aziz ditangkap usai menghadiri Rakernas Partai NasDem di Makassar, Sulawesi Selatan, yang berlangsung 8–10 Agustus 2025.
Bupati nonaktif Kolaka Timur Abdul Aziz dengan memakai rompi KPK dan tangan diborgol berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Liputan6.com/Helmi Fithriansyah Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Bupati nonaktif Kolaka Timur Abdul Aziz dengan memakai rompi KPK dan tangan diborgol berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Liputan6.com/Helmi Fithriansyah Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Bupati nonaktif Kolaka Timur Abdul Aziz dengan memakai rompi KPK dan tangan diborgol berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Liputan6.com/Helmi Fithriansyah Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Bupati nonaktif Kolaka Timur Abdul Aziz dengan memakai rompi KPK dan tangan diborgol berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Liputan6.com/Helmi Fithriansyah Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Bupati nonaktif Kolaka Timur Abdul Aziz dengan memakai rompi KPK dan tangan diborgol berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Liputan6.com/Helmi Fithriansyah Liputan6.com/Helmi Fithriansyah