Festival Lakon Nusantara atau Lakontara telah sukses diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan, melalui Direktorat Film, Musik, dan Seni Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan. Acara ini bertujuan utama untuk mengangkat kembali seni teater sebagai sarana yang kuat dalam bercerita dan melestarikan budaya bangsa. Direktur Film, Musik, dan Seni, Syaifullah, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan seni pertunjukan di Tanah Air.
Syaifullah menjelaskan bahwa pilihan untuk fokus pada teater didasari oleh tren penurunan minat terhadap seni ini, dengan penambahan teater musikal yang kini sedang digemari. Indonesia memiliki kekayaan cerita lokal yang melimpah, dan seni teater dianggap sebagai medium ideal untuk mementaskan kisah-kisah tersebut. Melalui pementasan ini, diharapkan pengetahuan kaum muda mengenai kekayaan budaya Nusantara dapat meningkat dan terus lestari.
Festival Lakon Nusantara juga merupakan upaya konkret untuk melestarikan kebudayaan sekaligus memberdayakan para pelaku seni dan budaya di Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada aspek artistik, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan seniman. Dengan demikian, para pelaku seni dapat berkesenian secara berkelanjutan, menjadikan seni sebagai sumber penghasilan yang layak.
Advertisement
Advertisement
Membangkitkan Kembali Seni Teater dan Cerita Lokal
Direktur Film, Musik, dan Seni, Syaifullah, mengungkapkan alasan di balik inisiasi Festival Lakon Nusantara. Menurutnya, seni teater sebagai medium storytelling mulai mengalami penurunan minat di masyarakat, sehingga perlu adanya upaya revitalisasi. "Lakon Nusantara ini inisiasi kita untuk mengangkat kembali teater sebagai seni untuk ber-storytelling," kata Syaifullah pada acara penghargaan Festival Lakontara di Jakarta, Rabu (11/12).
Selain teater konvensional, festival ini juga merangkul teater musikal yang sedang populer, sebagai strategi untuk menarik minat audiens yang lebih luas, terutama generasi muda. Syaifullah menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam cerita lokal yang belum banyak dieksplorasi. "Kita pilih teater karena sudah mulai turun, lalu kita tambah teater musikal karena sedang digemari saat ini," tambahnya.
Seni teater memiliki peran vital dalam menyajikan cerita-cerita lokal tersebut, tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai sarana edukasi. Dengan demikian, festival ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi kaum muda terhadap kekayaan budaya Nusantara. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa warisan budaya tak benda tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat modern.
Advertisement
Advertisement
Program Inkubasi dan Pemberdayaan Pelaku Seni
Festival Lakon Nusantara tidak hanya berhenti pada pementasan, tetapi juga mencakup program inkubasi yang komprehensif bagi komunitas seni pertunjukan. Program ini dirancang khusus untuk kelompok-kelompok seni terpilih dari wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan sekitarnya. Tujuannya adalah untuk memberikan pembekalan dan pelatihan yang mendalam.
Selama program inkubasi, para pelaku seni pertunjukan terpilih mendapatkan bimbingan dan pelatihan intensif dari para pakar di bidangnya. Materi pelatihan mencakup berbagai aspek produksi teater, mulai dari penulisan naskah, penyutradaraan, akting, hingga manajemen produksi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme komunitas seni.
Syaifullah menekankan bahwa upaya ini merupakan bagian dari strategi pelestarian kebudayaan sekaligus pemberdayaan ekonomi bagi seniman. "Jadi kita melestarikan budaya sekaligus menjadi salah satu sumber penerimaan, menyejahterakan pelaku seni dan budaya, sehingga dia bisa berkesenian dengan berkelanjutan," ujarnya. Dengan demikian, seni teater dapat menjadi profesi yang menjanjikan dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Visi Ekspansi Nasional dan Internasional
Melihat kesuksesan penyelenggaraan tahun ini, Festival Lakon Nusantara direncanakan akan kembali dilaksanakan pada tahun depan dengan jangkauan yang lebih luas. Kementerian Kebudayaan memiliki ambisi besar untuk melibatkan lebih banyak komunitas seni dari berbagai daerah di Indonesia. Ini akan membuka kesempatan lebih besar bagi talenta-talenta lokal untuk berkembang.
Syaifullah mengungkapkan bahwa rencana ekspansi ini tidak hanya terbatas pada skala nasional, tetapi juga memiliki visi untuk membawa seni teater Indonesia ke kancah internasional. "Akan kita adakan lagi, kita akan lebih beri kesempatan untuk sanggar-sanggar di kota lain seperti Jawa atau seluruh Indonesia agar bisa ada kelompok yang bisa kita dorong untuk go internasional," jelasnya.
Pengembangan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem seni pertunjukan yang lebih dinamis dan inklusif di seluruh Indonesia. Dengan memberikan kesempatan kepada sanggar-sanggar di luar ibu kota, festival ini berupaya meratakan akses dan peluang bagi para seniman daerah. Ini adalah langkah penting menuju pengakuan global terhadap kekayaan seni teater Nusantara.
Advertisement
Advertisement
Penerima Penghargaan Lakontara 2025
Pada acara penghargaan Festival Lakontara 2025 yang berlangsung di Jakarta, beberapa kelompok teater berhasil meraih apresiasi atas karya-karya inovatif mereka. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan kreativitas para pelaku seni dalam mengembangkan seni teater di Indonesia.
Teater Wani dari Sumedang menjadi salah satu penerima penghargaan terbanyak, meraih predikat sebagai kelompok teater dengan naskah bervisi, kelompok teater dengan musik bervisi, teater dengan para pelakon bervisi, dan kelompok teater bervisi. Pencapaian ini menunjukkan kualitas menyeluruh dari produksi Teater Wani.
Selain itu, Khatulistiwa Art Company berhasil meraih penghargaan untuk kategori kelompok teater dengan artistik bervisi serta kelompok teater dengan kostum dan tata rias lakon bervisi. Sementara itu, Artery Performa mendapatkan penghargaan dalam kategori kelompok teater dengan penata tari bervisi, melengkapi daftar para pemenang yang telah berkontribusi pada kemajuan seni teater di Indonesia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews