Faktor Cuaca dan Ekosistem, Pendakian ke Semeru Ditutup Mulai 3 Januari

Rabu, 26 Desember 2018 20:06 Reporter : Darmadi Sasongko
Faktor Cuaca dan Ekosistem, Pendakian ke Semeru Ditutup Mulai 3 Januari Sunrise Bromo di Bukit Cinta. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pendakian ke Puncak Mahameru Gunung Semeru bakal ditutup usai Tahun Baru 2019. Penutupan secara total berlaku terhitung mulai 3 Januari 2019 sampai dengan pemberitahuan berikutnya.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), John Kenedie telah mengeluarkan pengumuman penutupan pendakian tertanggal 26 Desember 2018. Penutupan di antaranya untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan di tengah suasana datangnya musim hujan.

"Memperhatikan kondisi cuaca yang cenderung semakin memburuk disertai hujan lebat dan adanya pohon tumbang yang dapat mengancam keselamatan pengunjung, maka untuk sementara kegiatan pendakian Gunung Semeru ditutup secara total mulai tanggal 3 Januari 2019 sampai dengan pemberitahuan berikutnya," kata John Kenedie dalam suratnya, Rabu (26/12).

Dalam surat pengumuman, John juga menyampaikan bahwa penutupan juga dalam rangka pemulihan atau revitalisasi ekosistem di jalur pendakian. Langkah tersebut dalam rangka menjaga dan memelihara keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistem.

"Penutupan kegiatan pendakian Gunung Semeru ini juga dimaksudkan untuk pemulihan atau revitalisasi ekosistem di sepanjang jalur pendakian dalam upaya menjaga dan memelihara keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya," katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas BB TNBTS, Syarif Hidayat mengungkapkan, penutupan pendakian lebih pada upaya antisipatif kejadian yang tidak diinginkan seperti pohon tumbang dan longsoran. Sebelum peristiwa tidak diinginkan yang dapat menimbulkan korban maka dilakukan antisipasi.

"Mengingat prakiraan di bulan Januari sampai dengan April, intensitas curah hujan yang tinggi disertai angin kencang," tegas Syarif.

Sementara terkait recovery dan pemulihan ekosistem akan terjadi pemulihan alamiah setelah lebih kurang 8 atau 9 bulan. Diharapkan pemulihan ekosistem alamiah dengan didukung curah hujan yang cukup tinggi akan mempercepat pemulihan. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini