Bupati Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Muhammad Fikri secara tegas mengajak seluruh warga di daerahnya untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian sumber air atau mata air. Ajakan ini disampaikan dengan menekankan pentingnya menjaga lingkungan di bagian hulu demi keberlanjutan pasokan air bagi kehidupan.
Inisiatif ini muncul setelah serangkaian kegiatan penanaman pohon yang baru saja dilaksanakan di Rejang Lebong. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program "Green Action" yang digagas oleh PLN bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Bukit Balai Rejang, menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ekosistem.
Muhammad Fikri menyoroti betapa krusialnya air sebagai elemen vital bagi kehidupan manusia dan ekosistem. Oleh karena itu, menjaga kelestarian sumber air menjadi prioritas utama untuk menghindari potensi bencana alam yang merugikan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Pelestarian Sumber Air di Rejang Lebong
Bupati Muhammad Fikri menegaskan bahwa air merupakan elemen penting bagi kehidupan seluruh makhluk hidup. Beliau mengingatkan bahwa jika sumber air tidak dijaga dengan baik, justru dapat menimbulkan berbagai bencana alam yang merugikan banyak pihak.
Sebagai contoh, bencana banjir yang baru-baru ini melanda wilayah Dusun Curup menjadi bukti nyata dampak dari kerusakan lingkungan. Banjir tersebut diakibatkan oleh penyempitan dan pendangkalan badan Sungai Air Duku, menunjukkan urgensi tindakan konservasi.
Melihat upaya yang dilakukan, Bupati Fikri memberikan apresiasi tinggi kepada PLN dan KPHL Bukit Balai Rejang. "Saya berikan apresiasi kepada PLN dan KPHL Bukit Balai Rejang atas terlaksananya kegiatan ini, karena tujuannya ialah untuk menjaga kelestarian sumber air yang sangat penting untuk kebutuhan masyarakat," ujarnya, menyoroti pentingnya kolaborasi ini.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi PLN dan KPHL dalam Green Action
Upaya untuk menjaga sumber air atau mata air di Rejang Lebong diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon produktif. Jenis pohon yang dipilih adalah buah-buahan seperti alpukat dan durian, yang diharapkan juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Manajer PLN UBP Bengkulu, Ariful Bahri, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan bagian dari rangkaian program "Green Action" secara nasional. Program ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-30 PLN Indonesia Power, yang berlangsung dari 15 September hingga 3 Oktober 2025.
Ariful menambahkan bahwa air memiliki peran strategis bagi operasional PLN, khususnya sebagai penggerak turbin PLTA Musi dan PLTA Tes. Oleh karena itu, PLN berkomitmen untuk menjaga kelestarian sumber air dengan menanam pohon produktif di kawasan Bunut Lepek dan hulu Sungai Musi di Desa Kayu Manis.
Advertisement
Kepala KPHL Bukit Balai Rejang, Dedi Wijaya, turut menjelaskan bahwa Kabupaten Rejang Lebong dikelilingi oleh berbagai kawasan konservasi seperti hutan lindung, taman wisata alam, cagar alam, serta Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Hutan-hutan ini berfungsi sebagai pelindung sumber air yang vital, sehingga penanaman pohon terus diupayakan untuk menjaga kelestarian hutan dan melindungi sumber air. Sebanyak 300 batang bibit buah-buahan telah ditanam dalam kegiatan ini, melibatkan kelompok tani setempat.
Sumber: AntaraNews