Pemerintah Kota Kediri baru-baru ini melaksanakan kunjungan studi tiru ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo di Madiun. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, bersama rombongan. Tujuannya adalah untuk mendalami berbagai inovasi dan metode pengelolaan sampah yang telah berhasil diterapkan di sana.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya serius Kota Kediri dalam mewujudkan kota yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Vinanda Prameswati berharap, pengalaman serta pengetahuan yang diperoleh dari TPA Winongo dapat segera diaplikasikan di wilayahnya. TPA Winongo sendiri telah dikenal luas sebagai percontohan nasional dalam pengelolaan sampah.
Dengan mempelajari praktik terbaik dari Madiun, Kota Kediri berambisi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem pengelolaan sampahnya. Inisiatif ini diharapkan mampu membawa dampak positif signifikan terhadap kebersihan dan kualitas lingkungan hidup di Kediri.
Advertisement
Advertisement
Studi Tiru ke TPA Winongo Madiun: Belajar Inovasi Pengelolaan Sampah
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyatakan kekagumannya setelah berkeliling dan melihat langsung kondisi TPA Winongo Madiun. "Sangat berkesan sekali bisa berkeliling TPA Winongo. Tentunya pengalaman ini sangat berharga dan bermanfaat bagi kami di Kota Kediri. Apalagi TPA ini jadi percontohan TPA yang baik," katanya. TPA Winongo memang telah menjadi rujukan nasional berkat pengelolaan sampahnya yang inovatif.
Kunjungan ini berfokus pada pembelajaran mendalam mengenai pengelolaan sampah, termasuk inovasi, metode, dan teknologi yang digunakan. "Kami di sini ingin belajar bagaimana pengelolaan sampah di TPA Winongo. Harapannya kami aplikasi nanti di Kota Kediri," tambah Vinanda. Ia menambahkan bahwa pihaknya sangat berharap dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di Kota Kediri.
Pemerintah Kota Kediri memiliki komitmen kuat untuk menjadikan wilayahnya sebagai kota berkelanjutan dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, studi tiru ke TPA Winongo Madiun menjadi langkah konkret untuk mencapai tujuan tersebut. Inovasi pengelolaan sampah yang diterapkan di Madiun diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan sistem serupa di Kediri.
Advertisement
Advertisement
Kota Kediri Raih Peringkat 5 UI GreenCity Metric 2025
Dalam kesempatan yang sama saat berada di Madiun, Wali Kota Kediri juga menerima penghargaan bergengsi. Kota Kediri dinobatkan sebagai salah satu dari lima besar kota paling berkelanjutan pada ajang UI GreenCity Metric 2025. Penghargaan ini diterima langsung oleh Vinanda Prameswati di Mercure Hotel, Madiun, dari Kepala UI Green Metric Vishnu Juwono.
Kota Kediri berhasil menempati peringkat kelima dengan total nilai 7.497,5. Pencapaian ini menunjukkan dedikasi dan kerja keras pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Di antara kota-kota besar lainnya, Kediri mampu bersaing ketat dalam implementasi kebijakan hijau.
UI GreenCity Metric adalah pemeringkatan yang diselenggarakan bagi kabupaten/kota di Indonesia di bidang keberlanjutan. Program ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2022 dan bertujuan mendorong transformasi menuju kota dan kabupaten yang lebih berkelanjutan. Pada tahun 2022, sebanyak 34 kabupaten/kota berpartisipasi dalam pemeringkatan ini.
Advertisement
Pemeringkatan UI GreenCity Metric terdiri atas enam kategori penilaian utama, yaitu:
Dengan adanya penilaian ini, setiap daerah diharapkan terus berinovasi dalam aspek keberlanjutan.
Sumber: AntaraNews
Advertisement