Fakta Unik: 10 Truk Sampah Diangkut! Pemkot Surabaya Genjot Normalisasi Sungai Kalianak untuk Atasi Banjir

Pemkot Surabaya serius menggenjot Normalisasi Sungai Kalianak dengan membersihkan tumpukan sampah hingga 10 truk. Upaya ini tak hanya atasi banjir, tapi juga ajak warga peduli lingkungan. Bagaimana kelanjutannya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: 10 Truk Sampah Diangkut! Pemkot Surabaya Genjot Normalisasi Sungai Kalianak untuk Atasi Banjir
Pemkot Surabaya serius menggenjot Normalisasi Sungai Kalianak dengan membersihkan tumpukan sampah hingga 10 truk. Upaya ini tak hanya atasi banjir, tapi juga ajak warga peduli lingkungan. Bagaimana kelanjutannya? (Merdeka.com)

Pemerintah Kota Surabaya secara aktif melanjutkan program normalisasi Sungai Kalianak di wilayahnya. Upaya ini dilakukan dengan fokus utama pada pembersihan tumpukan sampah yang selama ini mengendap di dalam aliran sungai. Proses ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Surabaya dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Surabaya, Dwi Hargianto, menyatakan bahwa kerja bakti telah dimulai. Kegiatan ini melibatkan tim gabungan dari Satpol PP dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya. Mereka menyisir area sungai mulai dari jembatan untuk mengangkut material yang menyumbat.

Pada Minggu (14/9), tim berhasil membersihkan berbagai jenis sampah dan kayu yang tidak terpakai dari Sungai Kalianak. Aksi ini tidak hanya bertujuan untuk memperlancar aliran air, tetapi juga berfungsi sebagai edukasi penting bagi masyarakat. Pemkot berharap warga semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan sungai.

Upaya Bersama Pemkot Surabaya dan Partisipasi Warga

Dwi Hargianto menegaskan bahwa kegiatan pembersihan ini memiliki tujuan ganda. Selain membersihkan sungai, kerja bakti ini juga menjadi sarana untuk mengedukasi warga sekitar. "Kami ingin menunjukkan bahwa ketertiban dan kenyamanan kota, juga ditentukan dari lingkungan yang bersih dan berfungsi dengan baik," ujarnya. Kesadaran kolektif sangat diperlukan dalam menjaga lingkungan.

Proses normalisasi Sungai Kalianak ini membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan sungai sangat diharapkan. Hal ini sejalan dengan visi Pemkot Surabaya untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi seluruh penduduk. Edukasi berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan program ini.

DSDABM Kota Surabaya melalui Ketua Tim Kerja Pemeliharaan Prasarana Drainase, Achmad Idi Pratikno, mengungkapkan hasil signifikan dari kerja bakti tersebut. Tim berhasil mengangkut sampah dalam jumlah yang sangat besar. "Untuk sampahnya berhasil kami kumpulkan, kami angkut menggunakan dump truck, sebanyak sepuluh truk jungkit," kata Achmad. Sampah-sampah ini kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Normalisasi Sungai Kalianak: Program Jangka Panjang Atasi Banjir

Normalisasi Sungai Kalianak bukan sekadar kegiatan pembersihan sesaat. Achmad Idi Pratikno menjelaskan bahwa ini adalah program jangka panjang yang strategis. Tujuannya adalah untuk secara signifikan mengurangi risiko banjir yang sering melanda wilayah Surabaya. Pembersihan rutin dan pemeliharaan menjadi bagian integral dari program ini.

Keberlanjutan program normalisasi ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Dengan adanya peran serta masyarakat, dampak positif dari program ini diharapkan dapat lebih maksimal. Warga diimbau untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan ke sungai. Hal ini untuk memastikan aliran air tetap lancar dan berfungsi optimal.

Pemkot Surabaya terus berkomitmen untuk menjaga fungsi sungai sebagai saluran air utama. Normalisasi Sungai Kalianak menjadi prioritas untuk menciptakan sistem drainase yang efektif. Lingkungan yang bersih dan sungai yang terawat akan meningkatkan kualitas hidup warga Surabaya. Program ini adalah investasi penting untuk masa depan kota.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi