Fadli Zon soal anak Jokowi dipolisikan: Harusnya tahu batasan

Rabu, 5 Juli 2017 18:39 Reporter : Sania Mashabi
Fadli Zon soal anak Jokowi dipolisikan: Harusnya tahu batasan Fadli Zon di DPR. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilaporkan ke polisi atas tuduhan ujaran kebencian. Menurut Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon walaupun anak Presiden, Kaesang juga harus tetap mengedepankan norma-norma dan juga tau batasan.

"Harusnya sih tau limitnya, tau batasnya, apalagi memang menyangkut anak pejabat, pasti akan disorot lebih lagi ketimbang orang biasa," kata Fadli, di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/7).

Tambah politikus Partai Gerindra itu juga mengungkapkan, seharusnya setiap warga negara mendapatkan persamaan hukum. Walaupun yang di proses hukum adalah anak dari orang nomer satu di Indonesia.

"Pada prinsipnya kita ini bersamaan kedudukan di dalam hukum, dari soal Presiden sampai rakyat biasa mempunyai status yang sama, tidak ada yang mendapatkan kekebalan persoalan hukum, termasuk kalau yang dilaporkan itu anak Presiden," kata Fadli, di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/7).

Karena siapapun orangnya harus tetap mematuhi aturan kebebasan berekspresi. Serta harus mengetahui batas-batasannya.

"Kita kan memang di dalam negara demokrasi, kebebasan berbicara itu, kebebasan berpendapat, berekspresi memang bagian dari iklim demokrasi kita, tentu saja ada batasnya. Batasnya itu ketika terkait dengan aturan misalnya suku agama ras antargolongan, dan juga orang lain ya," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Muhamad Hidayat Simanjuntak melaporkan akun media sosial Youtube milik Kaesang Pangarep yang merupakan putra bungsu dari Presiden Joko Widodo ke Polres Metro Bekasi Kota. Hidayat menilai, isi salah satu video tersebut mengandung ujaran kebencian.

"Saya melakukan pelaporan tersebut adalah sebagai bentuk kepedulian, selaku warga negara yang ingin kontribusi terhadap kebaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya penegakan hukum," kata MHS sapaan akrabnya di rumahnya di Perumnas 1, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (5/7).

MHS mengatakan, yang dilaporkan merupakan akun media sosial. Dia tak mengetahui siapa sebetulnya pemilik akun tersebut, apakah putra dari Presiden Joko Widodo atau bukan. Ia menganggap dalam video berjudul #BapakMintaProyek terdapat dugaan pidana ujaran kebencian.

"Yang paling mudah diingat adalah kata 'Dasar Ndeso', dan kata-kata kafir, ada di dalam LP (laporan) saya," katanya. [rhm]

Baca juga:
Pelapor Kaesang berstatus tersangka, ditangguhkan karena lebaran

Pelapor anak Jokowi berstatus tersangka ujaran kebencian

Politisi PDIP yakin ada aktor di balik pelaporan anak Jokowi

Politisi PDIP soal Kaesang dipolisikan: Kami tak boleh intervensi

Ini pengakuan orang yang laporkan Kaesang anak Jokowi ke polisi

Politisi Gerindra soal kasus Kaesang: Nanti polisi yang menilai

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini