Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Etnis Rohingya Mengeluh Dikasih Makan Sedikit, Yenny Wahid: Enggak Bersyukur

Etnis Rohingya Mengeluh Dikasih Makan Sedikit, Yenny Wahid: Enggak Bersyukur

Pemerintah Indonesia adalah negosiasi dengan pemerintah Myanmar soal pengungsi Rohingya.

Etnis Rohingya Mengeluh Dikasih Makan Sedikit, Yenny Wahid: Enggak Bersyukur

Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid mengaku, persoalan etnis Rohingya yang ada di Aceh bukan persoalan yang mudah untuk dipecahkan.

Sebagai negara dengan penduduk muslim yang besar, Indonesia memiliki kewajiban menampung orang yang terusir. Namun di sisi lain, jika keberadaan mereka membuat persoalan baru tentu akan menyulitkan pemerintah Indonesia.

Etnis Rohingya Mengeluh Dikasih Makan Sedikit, Yenny Wahid: Enggak Bersyukur

“Itu dilema yang dihadapi pemerintah,” kata Yenny usai menghadiri Istighosah di Pondok Pesantren Assa'adah, Cipayung, Depok, Kamis (7/12).


Keberadaan etnis Rohingya, saat ini berjumlah ribuan orang. Walaupun memiliki keyakinan yang sama sebagai muslim, namun yang jadi masalah adalah berbeda adat dan budaya.

Yenny menyebut, kalau orang Indonesia berkarakter santai dan ramah. Berbeda dengan karakter etnis Rohingya yang karena pengaruh tempaan kondisi menjadikan mereka keras dan suka menuntut bahkan suka mengamuk. Ini yang menyebabkan gesekan dengan warga lokal di Aceh.

Etnis Rohingya Mengeluh Dikasih Makan Sedikit, Yenny Wahid: Enggak Bersyukur

“Dikasih makan cuma dikit, marah karena biasa makan nasi banyak. Nah, kita sebagai tuan rumah merasa ini tamu gimana sih. Sudah baik-baik kok bukannya bersyukur, malah ngamuk. Ini persoalan pengungsi yang banyak dihadapi oleh banyak negara,” bebernya.


Sebagai pengunsi juga seharusnya menyesuaikan dengan budaya setempat. Yenny menuturkan, ini persoalan yang tidak mudah untuk dipecahkan.

“Kita punya kewajiban juga untuk menampung orang yang terusir, tapi kalau malah bikin ribet ya bagaimana,” ungkapnya.


Dengan kondisi tersebut maka yang dapat dilakukan pemerintah Indonesia adalah negosiasi dengan pemerintah Myanmar. Tujuannya agar pemerintah Myanmar mengizinkan etnis Rohingya kembali ke negara asal.

“Kampungnya di sana, rumahnya di sana,” ujarnya.


Saat ini Indonesia sebagai Ketua ASEAN tahun 2023. Momen ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan langkah diplomatik agar etnis Rohingya dapat kembali ke negara asalnya.

Etnis Rohingya Mengeluh Dikasih Makan Sedikit, Yenny Wahid: Enggak Bersyukur

“Kalau perlu kita sumbang, bangun rumahnya yang dulu dibakar. Kita sumbang deh, rumah-rumah sederhana enggak apa-apa. Yang penting enggak masalah lagi (bagi Indonesia),” ungkapnya.

Secara diplomatik, Indonesia harus terus melakukan komunikasi dengan Myanmar menyangkut etnis Rohingya. Saat ini etnis Rohingya masih berada di Aceh dan pemerintah Indonesia berupaya membantu mereka.


“Tapi dalam rencana ada yang namanya end goal atau tujuan akhir. Tujuan akhirnya, kalau bisa sih dan pasti mereka juga ingin kembali ke kampung halamannya. Itu yang harusnya menjadi end goalnya, menjadi tujuan akhirnya,” pungkasnya.

Mahfud MD Bakal Rapat Koordinasi Besok Soal Nasib Pengungsi Rohingya
Mahfud MD Bakal Rapat Koordinasi Besok Soal Nasib Pengungsi Rohingya

Mahfud mengatakan negara lain sudah menutup akses terhadap pengungsi Rohingya, sehingga mereka ke Indonesia

Baca Selengkapnya icon-hand
Pemerintah Didesak Tegas soal Etnis Rohingnya: Jangan Sampai Jadi Masalah
Pemerintah Didesak Tegas soal Etnis Rohingnya: Jangan Sampai Jadi Masalah

Jika pemerintah terlambat mengambil kebijakan bisa jadi pekerjaan rumah yang sulit untuk diselesaikan di kemudian hari.

Baca Selengkapnya icon-hand
Penuh Bahaya, Kisah Kakek Anies Baswedan Bawa Surat 'Sakti' dari Mesir ke Tanah Air
Penuh Bahaya, Kisah Kakek Anies Baswedan Bawa Surat 'Sakti' dari Mesir ke Tanah Air

Dua tahun pascakemerdekaan Indonesia, Menteri Muda Penerangan AR Baswedan, Menteri Muda Luar Negeri H Agus Salim dan rombongan delegas berangkat ke sejumlah negara timur tengah untuk mencari dukungan dan pengakuan negara lain atas kemerdekaan Indonesia.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Lepas Ekspor Kacang Hijau 1.000 Ton ke China, Mentan SYL Buktikan Pertanian Indonesia Tangguh
Lepas Ekspor Kacang Hijau 1.000 Ton ke China, Mentan SYL Buktikan Pertanian Indonesia Tangguh

Kacang hijau merupakan omoditas tanaman pangan yang banyak dibutuhkan baik dalam negeri dan luar negeri.

Baca Selengkapnya icon-hand
Memaknai Hari Kemerdekaan dengan Merangkul Perbedaan
Memaknai Hari Kemerdekaan dengan Merangkul Perbedaan

Kemerdekaan yang dirayakan bangsa Indonesia adalah untuk mengingat lepasnya Indonesia dari penjajahan negara asing.

Baca Selengkapnya icon-hand
Digelar di Tempat Bersejarah, Menengok Meriahnya Perayaan HUT ke-78 RI di Korsel
Digelar di Tempat Bersejarah, Menengok Meriahnya Perayaan HUT ke-78 RI di Korsel

Kemeriahan perayaan HUT ke 78 RI tak cuma di Indonesia. Warga Indonesia yang tengah merantau ke berbagai pelosok negeri juga ikut memeriahkan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Intip Rahasia Sukses Masyarakat Tionghoa Agar Bisa Kaya
Intip Rahasia Sukses Masyarakat Tionghoa Agar Bisa Kaya

Tidak dipungkiri pengusaha besar dan kecil di Indonesia merupakan keturunan Tionghoa. Setiap lini bisnis, hampir selalu terdapat pengusaha keturunan Tionghoa.

Baca Selengkapnya icon-hand
Menteri Bahlil Kesal Ada Negara-Negara yang Tak Senang Indonesia Maju
Menteri Bahlil Kesal Ada Negara-Negara yang Tak Senang Indonesia Maju

Ada beberapa negara yang tak setuju dengan berbagai kebijakan pemerintah Indonesia.

Baca Selengkapnya icon-hand
Di Hadapan Warga Tangerang, Anies Tegaskan Indonesia Negara Hukum Bukan Negara Kekuasaan
Di Hadapan Warga Tangerang, Anies Tegaskan Indonesia Negara Hukum Bukan Negara Kekuasaan

Anies memastikan lewat tema perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga, dia dan Cak Imin menjunjung tinggi etika.

Baca Selengkapnya icon-hand