Tanggapi Quick Count Pilpres, Erick Thohir Sudah Prediksi Kemenangan Jokowi-Ma'ruf

Rabu, 17 April 2019 19:26 Reporter : Merdeka
Tanggapi Quick Count Pilpres, Erick Thohir Sudah Prediksi Kemenangan Jokowi-Ma'ruf Jokowi nyoblos. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir mengklaim tanda-tanda kemenangan petahana Joko Widodo sudah terlihat sejak tanggal 13 April lalu atau ketika kampanye akbar di Gelora Bung Karno Jakarta. Hal itu menanggapi hasil hitung cepat Pilpres 2019 di mana Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandiaga.

"Kami melihat tanda-tanda itu sudah dari tanggal 13, ketika rakyat turun ke GBK, relawan, partai-partai, dan kita harus sama persepsinya, saya rasa kita tidak pernah melihat kampanye sebesar itu dalam sejarah kampanye. Dan ini memang membuktikan rakyat mendukung pak Jokowi," ujar Erick di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu (17/4).

Kendati demikian, Erick menunggu hasil resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dia menambahkan pesan Jokowi dalam pidatonya, bahwa ingin usai pilpres ini harus segera konsolidasi.

"Kita tidak boleh terus terpecah pecah gara-gara pemilu, harus segara konsolidasi," ucapnya.

Jokowi, setelah agenda pilpres langsung menjalankan tugas sebagai presiden. Besok, dia akan mengadakan rapat terbatas.

Sedangkan, Erick mengatakan pihaknya bakal menjaga sampai rekapitulasi suara KPU. Selain itu TKN menyelesaikan administrasi ke KPU seperti laporan keuangan dan sebagainya.

"Ya terus kita jaga. Bukan berarti habis ini kita selesai, tidak. Saya rasa, ada waktu, hal-hal yang harus kita selesaikan," katanya.

Erick Pastikan Tidak Ada Intervensi

Dalam kesempatan yang sama, Erick menanggapi pernyataan capres 02 Prabowo Subianto yang mengaku menang di exit poll timsesnya. Dia pastikan berjalan tanpa intervensi.

"Saya rasa tadi sudah dijawab oleh pak Jokowi, bahwa kita sudah melaksanakan pemilu yang jurdil, transparan, tidak ada intervensi apa-apa," ujarnya.

Soal tudingan Prabowo pemilu ada kecurangan, Erick mengatakan itu menjadi urusan KPU dan Bawaslu. Pengusaha itu meminta hargai profesionalisme KPU.

"Selama ini saya rasa kita tidak pernah mengancam ancam KPU, kita mendukung profesionalisme, karena tadi, pemilu hanya 5 tahun sekali," ucapnya.

Soal ancaman people power, Erick menolak berkomentar. Menurutnya hal itu harusnya ditanyakan kepada Gerindra.

"Mungkin ditanyakan pada pihak Gerindra," imbuhnya. [lia]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini