Erick Thohir: Jokowi Bertemu Pengusaha di Uni Emirat Arab Bahas Proyek IKN

Jumat, 1 Juli 2022 20:47 Reporter : Merdeka
Erick Thohir: Jokowi Bertemu Pengusaha di Uni Emirat Arab Bahas Proyek IKN Presiden Jokowi Bertemu Pengusaha Uni Emirat Arab Bahas IKN. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Uni Emirat Arab atau UAE bertemu dengan sejumlah pengusaha. Pertemuan itu didampingi oleh Menteri BUMN Erick Thohir di Hotel Emirates Palace, Abu Dhabi pada hari ini, Jumat 1 Juli 2022.

"Alhamdulillah tadi pertemuan Bapak Presiden dengan beberapa perusahaan investasi dari Abu Dhabi di mana mereka sangat optimistis untuk bekerjasama dalam beberapa proyek yang bisa disinergikan antara kedua negara, UAE dengan Indonesia," kata Erick usai pertemuan seperti dalam siaran persnya, Jumat (1/7).

Erick menjelaskan, ada empat poin yang didiskusikan Presiden Jokowi dengan para pengusaha. Pertama terkait logistik udara. Erick menyebutkan, di era sekarang yang penuh ketidakpastian dalam hal logistik dan rantai pasok, Indonesia dan UEA bisa menjadi mitra yang saling menguntungkan.

"Indonesia dan UAE ini bisa menjadi partner yang saling menguntungkan. Di mana Indonesia sebagai pusat dari supply chains karena Indonesia kaya dengan sumber daya alamnya,” jelas Erick.

Erick meyakini, UAE bisa menjadi jendela untuk Indonesia untuk melakukan transaksional dari barang-barang Indonesia ke luar negeri. Hal itu tentu dapat membuka lapangan kerja yang sangat besar untuk Indonesia dan memaksimalkan kerja sama ekonomi.

Erick menambahkan, poin kedua yang dibahas dengan Jokowi adalah ibu kota Nusantara (IKN). Erick menjelaskan Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi dan penduduknya yang pesat memang perlu membuat ibu kota baru.

Pemerintah merasa perlu menyiapkan kota masa depan untuk penduduk yang saat ini mayoritas berusia muda.

"Tidak mungkin 50 juta usia muda Indonesia itu harus masuk ke kota-kota yang sudah tua. Tentu dengan sistem dari teknologi terbarukan tentu kita harus menyiapkan kota masa depan,” beber dia.

2 dari 2 halaman

Ketiga, pertemuan juga membahas soal pembangunan wisata laut dalam konteks ekonomi biru atau blue economy. Terakhir, dalam pertemuan juga dibahas mengenai perbandingan kebijakan keuangan Indonesia dengan banyak negara.

Menurut Erick, hal itu dilakukan agar Indonesia bisa lebih kompetitif dan bisa terus menjaring investasi.

"Kita bisa lebih kompetitif dan terus menjaring investasi sebagai pertumbuhan lapangan kerja dan tentu ekonomi Indonesia yang hari ini sangat tumbuh baik dan semua negara mengapresiasi itu," tandasnya.

Sebagai informasi, para pengusaha dan investor yang hadir yaitu National Security Advisor Sheikh Tahnoun bin Zayed Al Nahyan, CEO Group G42 Ltd Peng Xiao, CEO Abu Dhabi Holding Mohamed Hassan Al Suwaidi, dan Executive Director Lulu Group Ashraf Ali.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut yaitu Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis, Kepala Badan Otorita IKN Bambang Susantono, dan Kepala Indonesia Investment Authority (INA) Ridha Wirakusumah. [ray]

Baca juga:
Menteri ATR Harap Pemda di Sulawesi-Kalimantan Dukung Reforma Agraria Demi IKN
Ini Daftar Pemenang Sayembara Rancang Kawasan dan Gedung di Ibu Kota Baru
Proyek Istana Negara Senilai Rp1,6 Triliun di Ibu Kota Baru Segera Dilelang
Menteri Bahlil: Foxconn Berminat Investasi Smart City di Ibu Kota Baru
LMAN Koordinasi dengan Pemprov DKI Soal Pemindahan Aset ke Ibu Kota Baru

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini