Epidemiolog Nilai Jokowi Wajar Marah pada Menteri Tak Punya Sense of Crisis

Senin, 19 Juli 2021 12:26 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Epidemiolog Nilai Jokowi Wajar Marah pada Menteri Tak Punya Sense of Crisis Jokowi rapat ekonomi. ©AFP PHOTO/Bay ISMOYO

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo alias Jokowi menunjukkan ketidaksenangannya pada dua menteri yang terpantau berada di luar negeri saat negara sedang genting menghadapi pandemi Covid-19. Bahkan Jokowi sangat kecewa.

Epidemiolog dari Universitas Airlangga, Windhu Purnomo, memahami kekecewaan Presiden pada anggota kabinetnya. Dia sepakat dalam kondisi seperti ini seharusnya semua orang terlebih menteri sebagai pembantu Presiden memiliki sense of crisis.

"Prinsipnya, semua anggota kabinet, pejabat publik harus punya sense of crisis," ujar dia saat dihubungi Merdeka.com, Senin (19/7).

Akan berbeda jika lawatan ke luar negeri untuk tujuan yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat darurat. "Kecuali dia sedang minta bantuan. Bantuan yang darurat maksudnya. Yang memang harus datang ke Indonesia. Bantuan dalam penanganan Covid ini dan dia memang terpaksa harus berangkat sendiri untuk memastikan bantuan itu datang. Itu tidak masalah," ujar dia.

"Tapi yang di luar itu tentunya tidak pantas. Itu tadi sense of crisis-nya tidak ada. Pantas kalau Presiden marah, pantas," lanjut dia.

Perkataan dan perilaku pembuat kebijakan, lanjut Windhu, tentu menyita perhatian publik. Masyarakat, di tengah kondisi pandemi, akan memperhatikan betul perilaku para pejabat negara.

"Rakyat itu tentu akan patuh kalau semua orang tepat. Ngomongnya tepat, tindakannya tepat, perilakunya tepat. Kalau malah kontradiktif dengan kondisi krisis sekarang ini, tentu masyarakat menjadi abaikan, acuh tak acuh," tandas dia.

Sumber merdeka.com menceritakan suasana tegang dalam rapat kabinet terbatas, Jumat (16/7). Hanya dihadiri beberapa orang Menteri Kabinet Indonesia Maju. Dipimpin langsung Presiden Joko Widodo. Pria yang akrab disapa Jokowi itu tidak bisa lagi menahan kekecewaannya. Tak ada lagi kompromi. Melihat perilaku anggota kabinetnya.

Laporan masuk ke meja Presiden. Dua orang menteri melawat ke luar negeri. Dikabarkan berada di Amerika Serikat. Terlibat dalam sebuah rekaman video berdurasi delapan detik. Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Mereka berjalan bersama. Sambil bersendau gurau dan tertawa lepas.

"Jokowi marah saat ratas tadi. Karena ada dua menteri yang ke luar negeri. Ya dua menteri itu," ujar sumber merdeka.com dari balik tembok istana, Jumat (16/7).

Kedua menteri itu terbang ke Amerika Serikat membawa agenda penguatan hubungan ekonomi. Kerja sama Indonesia dengan pemerintahan baru Presiden AS Joe Biden. Luthfi dan Bahlil berada di AS selama sembilan hari. Terhitung 9-18 Juli 2021. Misi keduanya dikabarkan berhasil membawa pulang investasi USD 350 juta atau setara Rp5,068 triliun. Tapi bukan itu yang membuat Jokowi marah.

Kunjungan ke luar negeri dilakukan tidak pada waktunya. Kondisi di tanah air tengah genting. Lonjakan kasus Covid-19 terjadi. PPKM Darurat diterapkan untuk membatasi aktivitas. Sementara menterinya, justru terbang ke belahan benua lain.

"Jokowi marah banget sama dua menteri itu," lanjut sumber tersebut. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini