Endus Ada Kecurangan, Pendemo Desak Bawaslu Solo Bentuk TPF Pemilu

Jumat, 10 Mei 2019 16:47 Reporter : Arie Sunaryo
Endus Ada Kecurangan, Pendemo Desak Bawaslu Solo Bentuk TPF Pemilu Ratusan Pendemo Desak Bawaslu Solo TPF Pemilu. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Ratusan warga yang tergabung dalam Gabungan Presidium Rakyat Bergerak (Gaprak) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bawaslu Solo, Jumat (10/5). Mereka yang merupakan pendukung pasangan Prabowo-Sandi tersebut menuntut agar Bawaslu membentuk Tim Pencari Fakta (TPF).

Tim tersebut diharapkan menyelidiki kecurangan pemilu dan kematian 573 Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Ketua Gaprak, Edi Lukito, dalam orasinya mengatakan, penyelenggaraan pemilih umum 2019 saat ini belum usai dan belum ada hasil yang final dan mengikat.

Pihaknya melihat dugaan kecurangan yang terstruktur, sistematis, masif dan brutal. Edi menilai, ada upaya dari KPU yang menguntungkan pasangan 01 dan merugikan pasangan 02.

"Indikasi kecurangan itu antara lain, DPT yang bermasalah mencapai 17,5 juta. Adanya 6,5 juta pemilih yang tidak mendapatkan formulir C6, banyaknya surat suara yang telah tercoblos untuk pasangan 01, terjadinya pencoblosan oleh KPPK, kesalahan penyimpanan surat suara, kesalahan pada rekapitulasi surat suara dan terdapat 554 petugas KPPS, Panwas dan polisi yang meninggal," katanya.

Usai berorasi, M Taufiq salah satu peserta aksi membacakan petisi yang berisi 3 hal. Yakni menolak pengumuman hasil pemilu oleh KPU, mengadili pelanggar kecurangan dan serta membentuk TPF atas meninggalnya 554 petugas KPPS, Panwas dan polisi.

Dalam aksi tersebut nampak ratusan petugas dari Polresta Surakarta dan TNI melakukan pengamanan. Mereka juga memasang barikade di sisi timur dan barat jalan masuk ke Kantor Bawaslu. Sehingga para pendemo tidak bisa mendekat ke kantor yang berbaur dengan perkampungan warga tersebut. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini