Eksepsi Wali Kota Medan Ditolak, Sidang Kasus Suap Rp2,1 M Jalan Terus

Kamis, 19 Maret 2020 21:01 Reporter : Yan Muhardiansyah
Eksepsi Wali Kota Medan Ditolak, Sidang Kasus Suap Rp2,1 M Jalan Terus Wali Kota Medan nonaktif, T Dzulmi Eldin. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan menolak eksepsi Wali Kota Medan nonaktif, T Dzulmi Eldin, terhadap dakwaan suap Rp2,1 miliar yang menjeratnya. Perkara itu akan tetap berlanjut.

Eksepsi pihak Dzulmi Eldin ditolak Majelis hakim diketuai Abdul Azis dan disampaikan pada putusan sela yang dibacakan Kamis (19/3). Majelis menyatakan, surat dakwaan yang disusun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara umum sudah memenuhi syarat materiil.

"Mengadili, menolak seluruh nota keberatan atau eksepsi terdakwa T Dzulmi Eldin," ucap Abdul Azis.

Majelis hakim menyatakan sidang perkara ini akan dilanjutkan, Kamis (26/3) pekan depan. Agenda sidang selanjutnya beragendakan pemeriksaan saksi.

Sementara usai persidangan, Junaidi Matondang, ketua tim penasihat hukum terdakwa Dzulmi Eldin menyatakan menghargai putusan sela majelis hakim. "Kita lihatlah bagaimana fakta-fakta hukum yang terungkap nantinya di persidangan," timpalnya.

Dalam perkara ini, Dzulmi Eldin didakwa menerima suap dari para pejabat Pemkot Medan dengan total Rp2,1 miliar. Pemberian uang itu melalui Samsul Fitri.

Dia didakwa telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 12 huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Perkara ini merupakan buntut dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Wali Medan T Dzulmi Eldin dkk, Selasa (15/10/2019) hingga Rabu (16/10/2019) dinihari. Dzulmi Eldin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan Isa Ansyari, dan Samsul Fitri dijadikan sebagai tersangka.

Isa dijadikan tersangka pemberi suap, sedangkan Dzulmi Eldin dan Samsul Fitri sebagai penerima. Samsul masih diadili, sedangkan Isa telah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini