Eks Sekjen Kemendagri bungkam soal siapa orang yang diselamatkan Irman
Merdeka.com - Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Diah Anggraeni mengaku dalam persidangan merasa dituduh dan fitnah oleh mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman. Dia juga merasa jadi korban oleh Irman untuk menyelamatkan orang lain.
Usai sidang, Diah ditanya oleh awak media terkait siapa orang yang diselamatkan Irman. Namun Diah tidak ingin menjawab pertanyaan tersebut.
"Itu hanya perasaan saya. Jangan sebut nama," kata Diah sambil bergegas keluar ruang sidang Pengadilan Tipikor usai jadi saksi dengan terdakwa Andi Narogong dalam kasus proyek e-KTP, Jakarta, Jumat (15/9).
Kemudian ketika ditanya, apakah orang tersebut berada dalam Kementerian Dalam Negeri, Diah bungkam dan hanya mengeluh lelah. "Sudah ya ibu cape," tambah dia.
Ketika ditemui terpisah, kuasa hukum Andi Narogong, Samsul Huda tidak berani menduga terkait kesaksian Diah yang menyebutkan bahwa Irman menyelamatkan orang lain. Dia juga tidak berani menyebut orang itu siapa.
"Tapi kalau kita sama menduga saya kira tahu siapa yang dilindungi Irman selaku ditjen saat itu. Jadi kita jangan sebut nama kita boleh menduga," kata Samsul.
Kemudian, ketika awak media bertanya apakah dalam lingkungan Kemendagri, Samsul pun tidak bisa menegaskan hal tersebut. Lalu, awak media pun terus mencecar Samsul terkait apakah orang tersebut adalah Menteri Dalam Negeri saat itu yaitu Gamawan Fauzi.
"Ya saudara simpulkan sendiri mungkin sudah tahu semua," pungkas dia.
Sebelumnya diketahui, Bermula dari hakim John Halasan Butar Butar menanyakan apakah pernah Dian merekomendasikan Andi kepada Irman untuk proyek e-KTP.
"Pernah rekomendasi Andi?" tanya John di Ruang Sidang PN Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (15/9).
Dia pun langsung menepis hal tersebut. Dian merasa jadi korban dan terseret oleh Irman. "Perasaan saya Pak irman selamatkan orang dengan korbankan saya," kata Diah dengan nada lirih.
Dia menjelaskan orang yang berhak merekomendasikan terkait proyek tersebut ada Menteri Dalam Negeri saat itu yaitu Gamawan Fauzi.
Menurut Dian, terkait proyek e-KTP Irman sering berkomunikasi dengan Gamawan. Dia pun menceritakan terkait kejanggalan kantor Irman yang seharusnya di Kalibata, Jakarta Selatan namun sehari-hari berkantor di Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
"Apa di ruang itu Pak menteri atau kadang, saya kira ajudan juga tahu kalau katakan tidak bohong," jelas Diah. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya