Eks Sekjen Kemendagri akui pernah didatangi Marliem & Andi Narogong
Merdeka.com - Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraini pernah bertemu dengan Direktur Biomorf Lone LLC Johannes Marliem. Diah mengatakan bertemu pertama kali dengan Johannes saat bersama terdakwa korupsi proyek e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong.
Saat itu kata Diah, mereka berdua datang ke kediamannya di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Hal itu dikatakan Diah saat Hakim Anggota Anshori Syaifuddin bertanya apa benar Marliem datang mengantar uang bersama Andi.
"Ibu tahu Johannes Marliem antar uang bersama terdakwa (Andi) ke rumah ibu?" tanya Anshori di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (15/9).
"Saya enggak tahu," jawab Diah.
Ansori tidak puas dengan jawaban Diah dan langsung mencecar kembali terkait pertemuan sebelumnya di rumah makan Peacock, Jakarta bersama Andi dan Johannes.
"Tadi ibu bilang dikenalkan oleh Andi di rumah makan Peacock dengan Johannes Marliem?" tanya Anshori.
Tetapi Diah mengklaim hanya sepintas bertemu dengan Marliem. Dia baru tahu kalau wajah Marliem saat diperiksa KPK dalam penyidikan diperlihatkan foto Johannes Marliem di laptop. "Saya baru tahu pas di KPK waktu diperiksa ditunjukin fotonya. Oh itu Johannes Marliem," pungkas dia.
Diketahui sebelumnya, Perusahaan Johannes Marliem dalam dakwaan kasus korupsi KTP-E adalah PT Biomorf Lone LLC selaku penyedia produk automated finger print identification system (AFIS) merk L-1 yang digunakan dalam KTP-E. Johannes juga disebut ikut memberikan 200 ribu dolar AS pada Oktober 2012 kepada mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Sugiharto sebagai "fee" karena konsorsium PNRI dinyatakan lulus evaluasi.
Johannes Marliem juga disebut mendapatkan keuntungan seluruhnya berjumlah USD 14,88 juta dan Rp 25,242 miliar.
Namun Johannes Marliem ditemukan tewas di rumahnya di Los Angeles pada Kamis (10/8) dini hari, 10 Agustus waktu setempat. Berdasarkan pemberitaan media di Amerika Serikat, Johannes ditulis tewas akibat bunuh diri.
Sebelum tewas, Johannes Marliem diketahui pernah menyampaikan kekhawatiran mendapat ancaman ke media dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) apalagi Johannes juga pernah berbicara di salah satu media massa bahwa ia memiliki bukti rekaman percakapan yang diduga melibatkan pihak-pihak lainnya dalam kasus korupsi e-KTP. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya