Eks Kadisperindag Jember Jadi Tersangka Korupsi Revitalisasi Pasar

Rabu, 22 Januari 2020 21:31 Reporter : Muhammad Permana
Eks Kadisperindag Jember Jadi Tersangka Korupsi Revitalisasi Pasar Tersangka Korupsi Proyek Pasar di Jember. ©2020 Merdeka.com/Muhammad Permana

Merdeka.com - Penanganan dugaan korupsi dalam proyek revitalisasi atau perbaikan Pasar Manggisan di Jember, Jawa Timur, mulai memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember resmi menetapkan mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, Anas Ma'ruf sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pasar Manggisan.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Jember, Setyo Adhi Wicaksono mengatakan, Anas menjadi tersangka pertama dan satu-satunya dalam kasus ini.

"Kita telah tetapkan sebagai tersangka AM (Anas Ma'ruf) selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dalam proyek revitalisasi Pasar Manggisan di Disperindag," katanya, Rabu (22/1).

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Anas langsung ditahan dengan dititipkan di Lapas Jember.
Dia diperiksa Kejari sejak pukul 09:00 WIB hingga sekitar pukul 15:00 WIB.

Saat keluar dari ruang pemeriksaan, Anas tampak terkejut dan enggan memberi pernyataan ke media. Mengenakan rompi tahanan kejaksaan berwarna merah muda, Anas langsung masuk ke dalam mobil tahanan kejaksaan.

"Kita langsung tahan di Lapas Kelas 2A Jember. Selama 20 hari ke depan," imbuh Setyo yang didampingi oleh Kasi Intel Kejari, Agus Budiarto.

1 dari 1 halaman

Kasus proyek revitalisasi atau perbaikan Pasar Manggisan yang ada di Kecamatan Tanggul, Jember ini berlangsung selama tahun 2018. Anas masih menjabat sebagai Kepala Disperindag hingga dimutasi pada 3 Januari 2020 oleh bupati Faida. Dalam mutasi ratusan pejabat itu, Anas dipindah menjadi Kepala Dinas Pariwisata hingga saat ini.

"Penyidik telah memiliki alat bukti yang cukup. Kita juga telah memeriksa puluhan saksi lain, dari berbagai latar belakang," ujar Setyo.

Kejaksaan menjanjikan, akan terus mengembangkan kasus ini.

"Akan ada kemungkinan tersangka lagi. Namanya korupsi, tidak mungkin satu orang. Kalau satu orang, ya nyuri namanya," papar Setyo.

Namun ia enggan menjawab kemungkinan soal rencana kejaksaan untuk memeriksa atasan Anas, yakni Bupati Jember, dr Faida.

"Itu Teknik penyidikan," ujar Setyo sembari tersenyum.

Kejaksaan mengaku sudah mengantongi alat bukti yang cukup. "Kita sudah periksa dari hulu ke hilir. Tim penyidik sudah memiliki dokumen terkait," imbuh Setyo.

Dalam kasus ini, Anas dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 UU Tipikor. Dikutip dari situs LPSE Pemkab Jember, proyek ini berlangsung tahun 2018 dengan total nilai proyek mencapai Rp7,839 Miliar. "Perkiraan kerugiannya kurang lebih mencapai Rp685 juta," pungkas Setyo. [fik]

Baca juga:
Ekspresi Bupati Lampung Utara Nonaktif Usai Diperiksa KPK
KPK Periksa Kepala Dinas Perdagangan Nonaktif Kabupaten Lampung Utara
Mahfud MD Sebut Omnibus Law akan Berantas Korupsi
PPATK Selidiki Aliran Dana di Jiwasraya dan Asabri
KPK Tetapkan 10 Tersangka Baru Kasus Proyek Jalan di Bengkalis
Pembangunan Ekonomi RI Terhambat Buruknya Indeks Persepsi Korupsi

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Korupsi
  3. Jember
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini