Dunia sepak bola Spanyol tengah berduka menyusul kabar meninggalnya Fernando Martin Carreras, pelatih Valencia C.F. Women B, dalam sebuah kecelakaan perahu di perairan Indonesia. Insiden tragis ini terjadi pada Jumat (26/12), yang juga merenggut nyawa tiga orang anaknya. Real Madrid C.F., salah satu klub raksasa Spanyol, telah menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa keluarga Martin Carreras.
Kecelakaan perahu tersebut dilaporkan terjadi akibat hantaman gelombang tinggi saat rombongan wisatawan sedang dalam perjalanan di sekitar Taman Nasional Komodo (TNK). Istri mendiang, Andrea, dan putrinya, Mar, dikabarkan selamat dari insiden nahas ini. Peristiwa ini mengejutkan banyak pihak, khususnya komunitas sepak bola di Spanyol dan Indonesia.
Melalui pernyataan resminya, Real Madrid C.F. beserta presiden dan Dewan Direksinya mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam. Mereka menyampaikan simpati dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh jajaran klub Valencia. Tragedi ini menjadi pengingat akan bahaya yang mungkin terjadi dalam aktivitas wisata bahari.
Advertisement
Advertisement
Kecelakaan perahu yang menewaskan Pelatih Valencia Putri B, Fernando Martin Carreras, terjadi pada Jumat, 26 Desember. Peristiwa nahas ini bermula ketika kapal wisata yang ditumpangi Fernando dan keluarganya melakukan perjalanan dari Pulau Kalong, sebuah destinasi wisata populer di Taman Nasional Komodo (TNK). Mereka berencana melanjutkan perjalanan ke Pulau Padar untuk melakukan aktivitas trekking pada Sabtu pagi.
Namun, dalam perjalanan menuju Pulau Padar, kapal yang mereka tumpangi dihantam gelombang tinggi yang ekstrem. Hantaman gelombang tersebut menyebabkan perahu tenggelam, mengakibatkan tragedi yang merenggut banyak korban. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, pada Sabtu (27/12).
Kondisi cuaca buruk dengan gelombang tinggi memang menjadi salah satu tantangan di perairan sekitar Komodo, terutama saat musim tertentu. Insiden ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dan standar keselamatan yang ketat dalam setiap perjalanan wisata bahari di wilayah tersebut. Pihak berwenang terus melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan ini.
Advertisement
Advertisement
Kabar meninggalnya Fernando Martin Carreras, pelatih Valencia C.F. Women B, telah menyebar luas dan menimbulkan duka cita mendalam di seluruh dunia sepak bola, khususnya di Spanyol. Real Madrid C.F., salah satu klub terbesar di Spanyol dan rival Valencia di lapangan, secara resmi menyampaikan belasungkawa mereka. Pernyataan ini menunjukkan solidaritas dan rasa kemanusiaan yang melampaui persaingan olahraga.
Dalam pernyataan yang dikutip dari laman resmi klub, Real Madrid C.F. menyampaikan, "Real Madrid C. F., beserta presiden dan Dewan Direksinya, menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Fernando Martín, pelatih Valencia C. F. Women B, serta tiga orang anaknya, dalam kecelakaan perahu tragis yang terjadi di Indonesia." Ungkapan duka ini mencerminkan betapa besar kehilangan yang dirasakan oleh komunitas sepak bola.
Selain itu, Real Madrid juga menyampaikan simpati yang tulus kepada istri mendiang, Andrea, dan putrinya, Mar, yang berhasil selamat dari kecelakaan tersebut. Belasungkawa juga ditujukan kepada seluruh keluarga dan orang-orang terdekat Fernando, serta kepada seluruh keluarga besar Valencia C.F. Solidaritas ini menjadi pengingat akan ikatan kuat yang terjalin di antara klub-klub sepak bola di Spanyol.
Advertisement
Advertisement
Fernando Martin Carreras meninggal dunia pada usia 44 tahun dalam kecelakaan perahu tragis di Indonesia. Selain Fernando dan tiga anaknya, insiden ini juga melibatkan beberapa korban lain. Total terdapat tujuh korban wisatawan asing berkewarganegaraan Spanyol yang berada di kapal tersebut, termasuk keluarga Fernando.
Selain para wisatawan, kecelakaan ini juga menimpa empat orang anak buah kapal (ABK) dan satu orang pemandu wisata atau tour guide yang bertugas mendampingi rombongan. Beruntung, istri Fernando, Andrea, dan putrinya, Mar, dilaporkan selamat dari insiden tersebut. Upaya penyelamatan segera dilakukan oleh pihak berwenang setempat setelah menerima laporan kejadian.
Pihak berwenang di Labuan Bajo bekerja keras untuk mengevakuasi korban dan memberikan penanganan yang diperlukan kepada para penyintas. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah Indonesia dan Spanyol, serta memicu evaluasi terhadap standar keselamatan wisata bahari di destinasi populer seperti Taman Nasional Komodo.
Advertisement
Sumber: AntaraNews