Dua pasang Gunungan Sekaten Solo ludes sebelum didoakan

Sabtu, 3 Januari 2015 14:46 Reporter : Arie Sunaryo
gunungan di Solo. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Ribuan warga Solo dan sekitarnya, berebut 2 pasang gunungan Sekaten di halaman Masjid Agung Keraton Surakarta Hadiningrat, Sabtu (3/1) siang. Acara tahunan tersebut menandai puncak peringatan Sekaten dalam rangka memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW atau Grebeg Maulud yang digelar Keraton Surakarta.

Pantauan merdeka.com, sejak pukul 09.00 WIB, ribuan warga menyemut di depan Kraton, Alun-alun Utara hingga di depan Masjid Agung. Tak hanya warga Solo, mereka juga datang dari berbagai daerah, seperti, Klaten, Boyolali, Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Yogyakarta dan Jawa Timur.

Menurut Wakil Pengagen Sasana Wandawa Keraton Kasunanan Surakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger, ada dua macam gunungan yang dikeluarkan keraton. Yakni Gunungan Jaler (laki-laki) dan Gunungan Estri (perempuan).

Gunungan jaler terdiri dari sayur hasil bumi, seperti kacang panjang, terong, wortel, cabai, sawo dan tomat.

"Kalau Gunungan Estri, berupa rengginang. Yaitu nasi yang dikeringkan dan aneka masakan lauk pauk. Kedua gunungan tersebut pertanda syukur dari raja kepada rakyatnya," ujar pria yang akrab disapa Kanjeng Win tersebut, kepada merdeka.com.

Prosesi gunungan diawali dari Keraton Kasunanan. Dua pasang gunungan diarak oleh ratusan abdi dalem, dengan rute Kori Kamandungan (pintu utama keraton)-Sitihinggil-Pagelaran-Alun-alun Utara hingga halaman Masjid Agung. Iring-iringan dikawal oleh prajurit keraton dan barisan marching band keraton.

Sesampai di masjid pukul 11.15 WIB, gunungan yang dijajar di halaman masjid, didoakan oleh beberapa ulama keraton. Namun belum usai didoakan ribuan warga merangsek ke halaman masjid, untuk berebut isi gunungan. Seperti perayaan Sekaten sebelumnya, dua pasang gunungan tersebut ludes dalam waktu singkat.

Marsih (65) warga Kalioso, Sragen yang mendapat rengginan mengaku setiap tahun dia datang dan ikut berebut gunungan. Ia datang bersama anak cucunya, untuk bersama-sama mencari berkah.

"Saya awalnya cuma ikut-ikutan saja mas. Cari berkah, kalau dapat rengginan dimakan. Dulu pernah dapat kayu, buat apa lah, yang penting dimanfaatkan.Tahun lalu dapat sayur langsung dimasak buat lauk se keluarga," katanya.

Sutinah (42), warga Ngawi Jawa Timur, berhasil mendapatkan beberapa sayuran, di antaranya cabai dan kacang panjang. Dia berharap bisa mendapatkan berkah, sepulang dari keraton nanti dia akan langsung memasaknya. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Maulid Nabi
  2. Budaya Indonesia
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.