Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dua jenazah korban pesawat Sky Truck dimakamkan di TMP Giri Tunggal

Dua jenazah korban pesawat Sky Truck dimakamkan di TMP Giri Tunggal prosesi pemakaman polisi korban pesawat sky truck di Semarang. ©2016 Merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Dua jenazah anggota Polri yang mengalami kecelakaan pesawat terbang Sky Truck M-28 P-4201 di Perairan Lingga, Kepulauan Riau pada Sabtu (3/12) lalu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal Kota Semarang, Jawa Tengah Minggu (18/12).

Kedua jenazah anggota BA Subdit Fasharkan Direktorat Polisi Udara Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Mabes Polri itu adalah Brigadir Polisi Anumerta Mustofa Zahroni (28) dan Brigadir Polisi Anumerta Andy Junaedy (27).

Prosesi pemakaman dipimpin oleh Inspektur Upacara (Irup) adalah Direktur Polisi Perairan Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Edison Sitorus berlangsung singkat dengan upacara dinas kepolisian.

Bendera Merah Putih setengah tiang dikibarkan di Komplek TMP Giri Tunggal itu, sebagai tanda berkabung. Ratusan pelayat mengiringi pemakaman dengan khusuyuk dan khidmat. Termasuk kedua istri, anak dan sanak family serta saudara handai taulan korban.

Beberapa anggota Baharkam Mabes Polri, petinggi di jajaran Polda Jawa Tengah dan Polrestabes Semarang juga ikut hadir mengikuti jalannya prosesi pemakaman. Teman-teman korban dari leting nol delapan (LND) juga ikut hadir di pemakaman.

"Prosesi pemakaman rekan kita ini berlangsung khidmat dan penuh haru. Prosesi ini sebagai wujud pemberian penghormatan terakhir atas jasa keduanya kepada negara sepanjang hidupnya. Saya atas nama bangsa negara serta atas nama Polri menyatakan bela sungkawa yang sedalam- dalamnya," tegas Edison dalam amanatnya.

Kedua jenazah korban dimakamkan bersebelahan, sisi barat makam Zahroni sementara di sisi timur makam Andy Junaedy. Tembakan salvo mengiringi prosesi pemakaman para korban sebelum dimasukan ke liang lahat TMP Giri Tunggal.

Briptu M Ito, anggota Direktorat Resnarkoba Polda Jawa Tengah yang merupakan eman satu letingnya menuruturkan, dua korban merupakan sosok yang gigih berjuang dalam setiap penugasan. Selepas lulus dari Pendidikan Bintara 2008, Ito tinggal satu kontrakan dengan Andy.

"Waktu itu, selepas pendidikan, kami tinggal di petakan kontrak di Pamulang (Tangerang Selatan). Modalnya saat itu kasur palembang dan bantal. Kami punya prinsip di perantauan harus prihatin. Kalau tugas ke luar (di luar Jawa), walaupun nggak minta, pasti dikasih kenang-kenangan bingkisan (oleh-oleh)," pungkas Ito.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP