Dua Investor Ikut Bangun Hunian ASN di IKN, Nilai Investasi Rp3,22 Triliun

Jumat, 31 Maret 2023 20:29 Reporter : Saud Rosadi
Dua Investor Ikut Bangun Hunian ASN di IKN, Nilai Investasi Rp3,22 Triliun Jokowi saat sambutan di acara Ibu Kota Nusantara Sejarah Baru Peradaban Baru. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua investor nasional, Konsorsium PT Perintis Triniti Properti Tbk (Konsorsium Triniti), dan PT Nindya Karya mendapatkan letter to proceed atau Surat Izin Prakarsa Proyek (SIPP) dari Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), untuk membangun hunian Aparat Sipil Negara (ASN) di Nusantara.

Kedua investor itu total menginvestasikan Rp3,22 triliun. Konsorsium Triniti menanamkan modal Rp1,8 triliun untuk mengerjakan tujuh tower hunian, dan Nindya menginvestasikan Rp1,42 triliun untuk bangun delapan tower hunian.

"Dengan ada tambahan dua investor yang membangun hunian ASN, diyakini dapat mempercepat pembangunan Nusantara. Sehingga tahun depan, ASN dapat mulai pindah," kata Kepala Otorita IKN Bambang Susantono melalui keterangan tertulis, Jumat (31/3).

Tiga investor sebelumnya yang mendapatkan SIPP adalah PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon), Konsorsium Nusantara (RBN CCFG) dan Korean Land and Housing Corporation (KLHC). Para investor itu ditarget membereskan pekerjaan pada 2024.

Presiden Direktur dan CEO PT Perintis Triniti Properti Tbk Ishak Chandra mengatakan, pihaknya berterima kasih atas kepercayaan OIKN kepada Konsorsium Triniti Land untuk ikut membangun IKN.

2 dari 4 halaman

"Mudah-mudahan dengan dukungan semua pihak dan stakeholder, kami bisa memberikan kontribusi yang positif kepada pemerintah dalam ikut berpartisipasi membangun Ibu Kota Negara," ujar Ishak.

Ishak juga mengatakan, dengan keikutsertaan konsorsium Triniti Land ke proyek IKN ini, juga sesuai dengan visi Triniti Land yang kini tengah mengembangkan kawasan hunian dan pariwisata yang berbasis prinsip-prinsip berkelanjutan (sustainability) yang mendukung prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

Terlebih karena IKN menjadi proyek besar yang mendukung net-zero emission dan hanya akan mengembangkan 25 persen dari area Nusantara, sedangkan 75 persen menjadi area hijau berupa hutan yang dilindungi (65 persen) dan area hijau untuk produksi pangan (10 persen).

Sementara itu Direktur Utama PT Nindya Karya, Haedar A Karim mengatakan, sudah menjadi komitmen Nindya untuk selalu hadir bersama pemerintah dalam pembangunan nasional.

3 dari 4 halaman

"Pembangunan Nusantara sangat penting bagi masa depan Indonesia. Nusantara akan menjadi katalisator pembangunan Indonesia, terutama di wilayah timur. Nindya bangga dapat ikut serta dalam pembangunan Nusantara," jelasnya.

Menurutnya, Nindya Karya juga mendapat dukungan dana dari Danareksa sebagai induk holding.

"Nindya berinvestasi Rp1,42 triliun, di mana Nindya sebagai Member Holding Danareksa sepenuhnya mendapat dukungan Financial dari Induk Holding Danareksa," jelasnya.

Nindya sebagai perusahaan yang fokus pada konstruksi, EPC, dan investasi tengah mengembangkan diversifikasi investasi yang menghadirkan nilai tambah berbasis excellence engineering dengan inovasi serta human capital yang unggul dan berakhlak.

Selain itu, pembangunan kawasan hunian ASN yang sebagian besar mempertahankan area hijau sejalan dengan semangat Nindya, dalam menerapkan konsep clean and green construction yang berkelanjutan.

Skema bisnis untuk kedua investor tersebut adalah Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

4 dari 4 halaman

"Dengan skema KPBU, akan ada pembagian risiko antara pihak pemerintah dan investor beserta insentif dan penalti pada pelaksanaannya, dalam penyediaan layanan dan atau infrastruktur publik. Dipastikan dengan skema KPBU, negara sama sekali tidak dirugikan," kata Bambang Susantono.

Patut diketahui, kedua investor tersebut akan membangun hunian ASN di wilayah yang berbeda. Konsorsium Triniti membangun di wilayah West Residence WP1A-1 dan Nindya membangun di wilayah West Government WP1A-1.

Masih ditambahkan Bambang, kebutuhan hunian ASN sangat banyak, yakni harus bisa menampung 16.990 ASN di tahun 2024 dan akan terus bertambah setiap tahunnya. Maka dari itu, peluang investasi di hunian ASN masih sangat terbuka. [cob]

Baca juga:
Pemprov DKI Siapkan Kejutan untuk Peringatan HUT RI Terakhir di Jakarta
TNI Petakan Ancaman Potensial Pembangunan IKN
Kekhawatiran Populasi dan Habitat Orangutan di Tengah Pembangunan IKN Nusantara
Anggaran IKN Bisa Membengkak Hingga Rp30 Triliun Tahun Ini
Bayar Tol Tanpa Sentuh Bakal Diterapkan di Semua Ruas Tol Baru IKN
Wilayah Ibu Kota Baru di Kelurahan Sepaku Banjir, Apa Langkah Pemerintah?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini