DPRD Katingan minta Bupati Yantenglie tetap jalankan pemerintahan

Selasa, 10 Januari 2017 17:26 Reporter : Nur Aditya
DPRD Katingan minta Bupati Yantenglie tetap jalankan pemerintahan Bupati Katingan Ahmad Yatenglie. ©Pemkab Kantingan

Merdeka.com - DPRD Katingan telah bersikap terkait dugaan perzinahan Bupati Ahmad Yantenglie, menyusul adanya desakan pemakzulan dari warga. Meski memang menyayangkan kasus itu, Yantenglie diminta tetap menjalankan roda pemerintahan.

"Saya sebagai ketua Fraksi Gandang Nyaru dari Partai Demokrat, NasDem dan PKPI, meminta Bupati Katingan untuk tetap menyelenggarakan roda pemerintahan," kata Ketua Fraksi Gandang Nyaru DPRD Katingan, Karyadi kepada merdeka.com, Selasa (10/1).

"Kita menyadari, setiap manusia punya kesalahan dan kekhilafan. Tapi ini berkenaan dengan kepala daerah kita, sebagai pengayom, sebagai pemegang kuasa anggaran di pemerintahan, kita sayangkan sekali itu terjadi," ujar Karyadi.

Diterangkan Karyadi, terlebih lagi saat ini memasuki tahun anggaran baru, sehingga memerlukan Bupati sebagai penentu dan pemutus kebijakan.

"Biar bagaimana pun beliau sebagai pemegang kuasa anggaran di eksekutif, termasuk pengangkatan SKPD, apalagi ini tahun anggaran baru 2017. Jadi masyarakat Katingan diharapkan menjaga kondusitiftas Katingan, saling menghargai," ungkapnya.

Karyadi menerangkan, usai berkonsultasi ke Polda Kalimantan Tengah, Gubernur Kalimantan Tengah, Kemendagri, Mahkamah Agung hingga studi ke Kabupaten Garut pascapemakzulan Aceng Fikri sebagai Bupati, DPRD akan menggelar rapat lanjutan, memutuskan sikap lembaga.

"Memang, Bupati dan Wakil Bupati bisa mundur dengan ragam alasan seperti tidak bisa melaksanakan tugas atau berhalangan tetap, meninggal dunia, mengundurkan diri, atau melakukan perbuatan tercela," terangnya.

"Sepulang konsultasi, kita rapat lagi dari bahan-bahan yang kita dapatkan. Mau cara apa yang diputuskan DPRD Katingan, agar nantinya mendapatkan cara yang terbaik," ungkap Karyadi.

"Jadi, bersama-sama menugaskan anggota DPRD Katingan untuk berkoordinasi soal itu, kita akomodir aspirasi masyarakat soal sidang paripurna, tapi kan kita tidak serta merta. Kita pekajari dulu, baru kemudian kita rapatkan kembali," pungkas Karyadi.

Kasus perselingkuhan ini terungkap setelah Aipda SH memergoki istrinya, FY bersama Yantenglie. Polda Kalimantan Tengah menetapkan keduanya sebagai tersangka dengan pasal 284 KUHP tentang perzinahan dengan ancaman 9 bulan penjara. Lantaran ancaman hukuman di bawah 5 tahun, keduanya tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Bupati Katingan Selingkuh
  2. Samarinda
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini