DPRD Jember Minta LPSK Lindungi Tersangka Korupsi yang Sebut Keterlibatan Bupati

Kamis, 13 Februari 2020 19:24 Reporter : Muhammad Permana
DPRD Jember Minta LPSK Lindungi Tersangka Korupsi yang Sebut Keterlibatan Bupati Fariz tersangka kasus korupsi pasar di Jember. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Panitia Hak Angket DPRD Jember mengupayakan perlindungan hukum kepada Fariz, dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Dua orang perwakilan Panitia Angket DPRD Jember, David Handoko Seto dan Agusta Jaka Purwana menemui pimpinan LPSK di Jakarta, Kamis (13/02). Fariz merupakan salah satu tersangka korupsi dalam proyek Pasar Manggisan, yang beberapa waktu lalu menyebut keterlibatan bupati.

Sembari membawa sejumlah data, Panitia Angket mengajukan permohonan agar LPSK bisa memberikan perlindungan kepada Fariz, salah satu tersangka Kasus Korupsi Pasar Manggisan.

"Kita juga sertakan sejumlah bukti untuk meyakinkan, bahwa Fariz ini memang layak dilindungi. Karena dia punya peran penting yang kita harapkan bisa membantu pengungkapan sejumlah kasus proyek pengadaan barang dan jas di Pemkab Jember," tutur Agusta saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Panitia Angket khawatir, ada pihak-pihak yang tidak senang dan mengancam Fariz yang kini ditahan di dalam Lapas Jember. Kekhawatiran Panitia Angket bertambah setelah atasan Fariz, yakni Irawan Sugeng Widodo alias Dodik, sudah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan dalam kasus yang sama. Keduanya ditahan di tempat yang sama, Lapas Jember.

"Kita khawatir Fariz mendapatkan tekanan atau intervensi setelah kemarin mengungkapkan keterangan kepada kita," tutur Agusta.

Di kantor LPSK, Panitia Angket DPRD Jember ditemui oleh Wakil Ketua LPSK RI, Brigjen Pol (Purn) Dr Ahmadi, beserta jajarannya.

"Kalau untuk teknis perlindungannya, kita serahkan ke LPSK saja bagaimana nantinya," lanjut Agusta.

Panitia Angket juga memaparkan peta permasalahan kasus korupsi Pasar Manggisan kepada LPSK. "Setelah kita jelaskan, mereka cukup tertarik. Insya Allah dalam waktu dekat, mereka akan terjun ke Jember dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum," tutur politikus Partai Demokrat ini.

Sebagai catatan, Fariz sudah ditahan Kejari Jember sejak 23 Januari 2020 karena terjerat kasus korupsi Pasar Manggisan yang anggarannya mencapai Rp7,839 Miliar. Meski demikian, Fariz, disebut-sebut juga terlibat dalam sejumlah proyek bermasalah di lingkungan Pemkab Jember. Salah satunya adalah proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Indikasi keterlibatan perusahaan tempat Fariz bekerja terlibat dalam banyak proyek Pemkab itu, juga diakui oleh kejaksaan.

"Sejauh ini, penyidikan kita baru di proyek pasar Manggisan. Tapi kan temen-teman (wartawan) tahu sendiri, di RTH (Ruang Terbuka Hijau) perencananya kan juga, si tersangka F. Banyak proyek yang dia kerjakan," papar Kasi Pidsus Kejari Jember, Setyo Adhi Wicaksono, usai menahan Fariz pada 23 Januari 2020.

Lalu saat ditemui Panitia Angket di dalam Lapas Jember pada 6 Februari 2020 lalu, Fariz mengungkap bahwa dia hanya diperintah oleh atasannya, Dodik untuk menjalankan sejumlah proyek di Pemkab. Sebab, posisi Fariz hanya sebagai karyawan di perusahaan milik Dodik.

Meski hanya karyawan, Fariz diperintahkan untuk mengatur aliran dana ke sejumlah pihak. Termasuk mengalirkan fee sebesar 10 persen dari setiap proyek yang dikerjakan kepada bupati Jember dr Faida. Pengakuan ini yang kemudian menggegerkan. Beberapa jam setelah diungkap, Bupati Jember, dr Faida langsung membantah keras testimoni Fariz tersebut.

"Saya tidak perlu merespons berlebihan tuduhan di luar proses hukum. Saya ingatkan pihak manapun untuk menghindari fitnah, karena jika tidak terbukti, bisa dimintai pertanggungjawaban secara hukum," ujar Faida lewat pernyataan tertulis yang disampaikan melalui Humas Pemkab Jember.

Beberapa hari setelah 'nyanyian' Fariz, Kejaksaan lantas menetapkan status tersangka dan menahan Dodik, atasan Fariz, dalam kasus korupsi Pasar Manggisan.

Dalam kasus ini, Kejari sudah menetapkan dan menahan empat tersangka. Termasuk mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag), Anas Ma'ruf yang menjadi tersangka pertama. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Korupsi
  2. Jember
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini