DPR Minta Pemerintah Evaluasi Menyeluruh Daerah Menerapkan PSBB Sebelum Merelaksasi

Kamis, 14 Mei 2020 13:00 Reporter : Wilfridus Setu Embu
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Menyeluruh Daerah Menerapkan PSBB Sebelum Merelaksasi Ace Hasan Sadzili. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily mengatakan pemerintah sebaiknya melakukan kajian dan evaluasi mendalam sebelum memberlakukan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar alias PSBB. Misalnya terkait dampaknya terhadap penurunan angka positif Covid-19.

"Sebaiknya lakukan terlebih dahulu evaluasi secara menyeluruh terhadap rencana relaksasi itu terhadap kebijakan PSBB apakah ada pengaruh yang signifikan atau tidak terhadap penurunan angka positif Covid-19 di daerah tersebut," kata dia, kepada merdeka.com, Kamis (14/5).

"Apakah tingkat terputusnya mata rantai penularan Covid-19 di daerah yang menerapkan PSBB itu telah terjadi perubahan dengan cepat atau tidak," lanjut Ace.

Politikus Golkar ini menegaskan evaluasi juga kajian laik dilakukan. Sebab pelonggaran PSBB akan berdampak pada penanganan Covid-19 di tanah air.

Menurut Ace, pelonggaran PSBB berdampak pada dua hal. Pertama, tidak mencapai tujuan utama PSBB untuk mencegah persebaran Covid-19 di daerah yang menerapkannya.

"Kedua, kesiapan pemerintah sendiri dalam memberikan dukungan untuk menyusun dan menyediakan alat pencegahan yang sesuai dengan protokol Covid-19 yang ketat pada sektor-sektor yang mengalami relaksasi itu," tegas dia.

Dia khawatir jika kedua hal tersebut tidak dipersiapkan pemerintah bakal dinilai tidak konsisten dalam menerapkan aturan. "Yang berakibat ketidakpatuhan masyarakat terhadap aturan," ungkap dia.

Pemerintah, lanjut dia, harus tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan warga. Jika pun harus dilakukan relaksasi, tentu berdasarkan atas evaluasi menyeluruh dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian tanpa melanggar protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

"Misalnya harus tetap physical distancing atau jaga jarak, menghindari kerumunan, memakai masker, dan lain-lain," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Wacana Relaksasi PSBB

Pemerintah mewacanakan melonggarkan kebijakan PSBB. Wacana itu berdasarkan daerah yang telah menerapkan PSBB diklaim pemerintah berhasil menurunkan kasus Covid-19.

Klaim pemerintah itu setelah pasien rawat inap di rumah sakit rujukan mengalami penurunan hingga 60 persen seperti di DKI Jakarta. Bukan cuma di Jakarta. Di Sumatera Barat, pun kasus Covid-19 disebut pemerintah mengalami penurunan setelah 112 pasien menempati kamar tidur di RSUP Jamil Padang kini hanya tinggal 46.

Hal serupa juga terjadi di Jawa Barat. Penurunan kasus Covid-19 di bumi pasundan diklaim pemerintah turun usai pasien dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung yang memiliki 135 tempat tidur hanya ditempati 30 orang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengimbau pada tim gugus tugas penanganan Covid-19 agar menyiapkan simulasi jika akan dilakukan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, Presiden Jokowi minta agar fase-fase yang dilakukan harus jelas. Sebab itu, Doni mengatakan, tim gugus tugas penanganan Covid-19 sudah menyiapkan empat bidang untuk melakukan tahap pelonggaran.

Mulai dari prakondisi, waktu, prioritas dan koordinasi. Dalam tahap pertama yaitu prakondisi, nantinya tim gugus tugas kata Doni akan bekerja sama dengan para akademisi mulai dari pakar epidemiologis, kesehatan masyarakat, sosiologi, komunikasi politik hingga ekonomi kerakyatan. [gil]

Baca juga:
Gubernur Khofifah: Jawa Timur Layak Ajukan PSBB Regional
PPP Ingatkan Usia di Bawah 45 Tahun Paling Banyak Terpapar Virus Corona
Kisah Ibu di Gorontalo Cari Utang Rp20.000 Demi Anaknya Bisa Makan
Warga Belum Disiplin, Pemkot Terapkan Sanksi Tegas buat Pelanggar PSBB
PPP Soal Relaksasi PSBB: Jangan Gegabah, Taruhannya Nyawa

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. PSBB
  3. Komisi VIII DPR
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini