Dosen UNS Kembangkan Material Tulang Rusak Berbahan Tulang Sapi
Merdeka.com - Dosen Fakultas Teknik bersama dosen Fakultas Kedokteran dan praktisi di bidang kesehatan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, berhasil mengembangkan bone graft atau bone filler dengan bahan tulang sapi.
Bone graft merupakan material tiruan yang digunakan untuk menggantikan atau memperbaiki tulang yang rusak dan berfungsi sebagai pengisi tulang.
Ketua Tim Peneliti dari Fakultas Teknik UNS, Joko Triyono mengatakan selama ini bone graft yang digunakan menggunakan bahan sintetis dan harus didatangkan dari Korea. Selain jauh, harganya juga relatif mahal.
"Pengembangan bone graft ini kita lakukan karena di Indonesia untuk dunia orthopedi masih impor, salah satunya dari Korea. Harganya juga mahal yakni Rp 1,750 juta per 5 sentimeter, ini sesuai yang dituliskan di e-catalog," ujar Joko, Jumat (13/9).
Dia mengatakan, produk bone graft dari tulang sapi tersebut sudah melalui uji in vivo atau uji pada hewan. Material bone graft diimplantkan ke tulang tikus putih. Hasilnya tidak ada peradangan dan tulang baru juga tumbuh. Sehingga sudah memenuhi syarat biokompabilitas.
"Untuk uji klinis kami belum melakukan karena biayanya mahal dan lama. Tetapi tahun lalu, kami sudah berkomunikasi dengan Kemenkes terkait pengembangan bone graft ini," ujar dia.
Joko menambahkan, pengembangan bone graft tersebut dilakukan Triyono bersama dokter Suyatmi dari Fakultas Kedokteran dan dokter I Dewa Nyoman Suci Anindya Murdiyantara dari RSUP dokter Soeradji Tirtonegoro Klaten.
"Penelitiannya kami lakukan selama 3 tahun menggunakan hibah dana dari Ristekdikti sejak tahun 2016 lalu," jelasnya.
Menurut dia, dana hibah pertama diberikan 2 tahun lalu senilai Rp 100 juta. Kemudian tahun berikutnya Rp 200 juta.
Target produk siap dihilirisasi kalau sebelumnya masih skala laboratorium. Ke depan pihaknya akan kerjasama dengan industri agar tidak berhenti di kampus.
Dia menjelaskan penggunaan tulang sapi dikarenakan struktur mikro tulang ini mirip dengan tulang manusia. Produk ini juga bebas dari zat organik dan material yang ada di dalamnya bisa terserap oleh tubuh sehingga tidak perlu diambil.
"Kalau dibandingkan dengan produk yang sudah ada, bone graft yang kami beri nama Semar Bone Graft ini lebih murah dan bukan dari bahan sintetis. Untuk menghasilkan sekitar 10 cc bone graft hanya sebesar Rp 400 ribu," kata dia.
Namun jika berhasil dijual di pasaran harganya akan di bawah produk yang sudah ada. Ia memperkirakan harganya bisa hanya setengah dari harga yang ada.
Bobe graft yang dikembangkan adalah untuk tipe xenograft yaitu tulang yang diambil dari spesies yang berbeda. Untuk bahannya diambil dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jagalan Solo.
Tulang sapi dipilih yang masih segar kemudian dilakukan proses demineralisasi dan deproteinisasi dengan cara menjemur tulang dan direbus dengan air mendidih.
Setelah itu dipotong kecil-kecil dengan ukuran 10×10×10 milimeter. Kemudian dipanaskan pada oven hingga 1.200 derajat celcius selama 2 jam dan dilakukan sterilisasi bahan.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya