Dosen Undip jadi korban tewas kereta api tabrak rombongan pengantin
Merdeka.com - Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menabrak mobil Avanza B 1937 UZQ yang membawa rombongan pengantin di perlintasan KA tanpa palang pintu Desa Nagrok, Kecamatan Torok, Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Empat orang penumpang Avanza tewas akibat kecelakaan itu. Salah satunya adalah Agus Bambang (60) warga Perum Dinar Mas, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Agus merupakan dosen yang sudah puluhan tahun mengajar di Fakultas Ilmu Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (Undip) Kota Semarang, Jawa Tengah.
Suasana duka menyelimuti sekitar lingkungan rumah duka Agus yang merupakan dosen senior mengajar di perguruan tinggi negeri ternama di Kota Semarang tersebut. Ratusan warga yang merupakan tetangga, saudara, rekan kerja dan mahasiswa, dari siang hingga petang ini terus berdatangan untuk melakukan takziah di rumah duka Agus.
Satyo Abdurrahman (52), tetangga Agus, mengungkapkan, di mata warga, Agus adalah sosok yang baik dan santun serta menjadi panutan warga sekitar lingkungan Perumahan Dinar Mas. Sebab, selain dosen, Agus juga tokoh agama di sekitar rumah duka.
"Pak Agus Bambang selain dosen juga Ketua Yayasan Masjid Baitussalam Perumahan Korpri, Dinar Mas di sini. Sehingga sosoknya yang baik, santun dan soleh tidak diragukan lagi. Apalagi saat ini masih getol-getolnya melakukan kegiatan pembangunan Masjid Baitussalam, Perum Dinar Mas Meteseh ini," ujar Satyo saat ditemui merdeka.com di rumah duka, Sabtu (20/5).
Satyo menyatakan warga sekitar dan saudara korban sangat kaget mendengar kejadian kecelakaan yang menewaskan tiga orang Perum Dinar Mas dan satu orang warga Perum Ketileng, Kelurahan Ketileng, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang tersebut.
"Kami merasa syok dan kaget, termasuk keluarga sama sekali tidak menyangka jika pak Agus dan dua tetangga kami meninggal saat besan dengan rombongan pengantin anak Pak Saefullah. Tujuannya kan baik 'nyengkuyung' pengantin," ungkapnya.
Satyo mengungkapkan, Agus meninggalkan tiga orang anak dan seorang istri yang dicintainya.
Pratono, salah seorang mantan mahasiswa Agus yang ikut hadir di rumah duka mengaku tidak percaya jika dosennya menjadi korban kecelakaan. Baginya, Agus merupakan sosok dosen yang sederhana dan menjadi panutan mahasiswa di Undip Semarang, terutama di Fakultas Ilmu Peternakan dan Pertanian.
"Orangnya sangat baik, lugu dan lucu di mata saya dan teman-teman mahasiswanya. Kesederhanaanya tercermin dulu waktu mengajar. Dia kalau ngajar dulu selalu naik vespa. Mobilnya yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek ini mobil baru kayaknya," terangnya.
Sampai petang ini, persiapan kedatangan jenazah masih terus dilakukan oleh pihak keluarga dibantu dengan para tetangganya. Tenda biru dan kursi sudah tertata rapi untuk menyambut kedatangan jenazah dari RS Panti Rahayu Yakum Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sampai petang ini, pihak keluarga belum juga menetapkan dimana dan jam berapa jenazah almarhumah Agus Bambang akan dimakamkan.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya