Dokter Jelaskan Fase-Fase Penyakit Hepatitis Akut Berat, Kenali Gejalanya Berikut

Senin, 23 Mei 2022 15:51 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Dokter Jelaskan Fase-Fase Penyakit Hepatitis Akut Berat, Kenali Gejalanya Berikut hepatitis. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Guru Besar yang juga merupakan Dokter Spesialis Anak Sub Spesialis Gastro-Hepatologi FKUI–RSCM Hanifah Oswari mengatakan, ada fase-fase yang dapat dikenali sebagai gejala penyakit Hepatitis Akut Berat. Menurut dia, pada fase awal, penderita merasakan diare, mual-muntah, demam, dan masalah pernapasan.

"Pada fase awal, penderita merasakan diare, mual-muntah, demam, dan masalah pernapasan. Ketika memasuki fase lanjutan, terjadi perubahan warna kekuningan pada kulit atau mata," kata Hanifah dalam keterangannya, Senin (23/5).

Menurut dia, selanjutnya penderita mengalami buang air kecil pekat atau buang air besar berwarna pucat, juga mengalami kejang. Pada fase terakhir, penderita kehilangan kesadaran.

2 dari 3 halaman

Analisis Ilmuan Penyebab Hepatitis Akut

Sejauh ini, ilmuwan menemukan adanya Adenovirus tipe 41 dalam darah para suspek. Virus ini dan SARS-CoV-2 diperkirakan sebagai salah satu penyebab paling mungkin Hepatitis Akut Berat.

Adenovirus merupakan virus yang biasa ditemukan dalam kasus muntah dan diare, tetapi tidak diketahui jika dapat menyebabkan Hepatitis.

Berangkat dari temuan ini, para ilmuwan menyebutkan enam hipotesis penyebab penyakit Hepatitis Akut Berat. Pertama, akibat jarang terpapar Adenovirus saat pandemi. Kedua, akibat mutasi Adenovirus varian baru.

Ketiga merupakan sindrom post-infeksi SARS-CoV-2. Keempat akibat paparan obat/lingkungan. Kelima, adanya patogen baru. Keenam disebabkan varian baru SARS-CoV-2.
Sementara itu, spesialis Mikrobiologi FKUI Budiman Bela menjelaskan bahwa perlu dilakukan pemeriksaan kemungkinan penyebab penyakit sesuai gejala klinis yang ditemukan. Dia menyanggah adanya korelasi antara vaksin Covid-19 dan kasus Hepatitis Akut.

Mayoritas pasien berusia 3–5 tahun dan kebanyakan dari mereka tidak menerima vaksin Covid-19. Terlebih, Adenovirus yang dikaitkan dengan sebagian besar kasus adalah Adenovirus Tipe 41 sehingga berbeda dengan yang digunakan dalam beberapa vaksin Covid-19. Oleh karena itu, tidak terbukti adanya korelasi antara vaksin Covid-19 dan kasus Hepatitis Akut Berat.

3 dari 3 halaman

Penularan

Hepatitis Akut Berat dapat menular melalui mulut dari benda, makanan, atau minuman yang terkontaminasi kotoran orang yang terinfeksi virus serta saluran pernapasan.

Ada tiga aspek pemicu terjadinya penyakit, yaitu penderita, penyebab, dan lingkungan. Faktor dari penderita meliputi pengetahuan dan perilaku, kebersihan diri, imunitas dan nutrisi tubuh, serta riwayat infeksi dan vaksinasi. Faktor penyebab penyakit seperti bakteri, virus, dan parasit memengaruhi faktor penderita.

Sementara itu, faktor lingkungan dapat berupa kontak kasus, wilayah, sanitasi, sarana air bersih, dan pengolahan makanan. Terkait faktor lingkungan, kebijakan tiap negara memiliki andil besar dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Demikian dikutip Antara. [gil]

Baca juga:
Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut
Kemenkes: Hepatitis Akut Kecil Menjadi Pandemi karena Tak Ganggu Aktivitas Masyarakat
Dinkes DKI Skrining 136.000 Ibu Hamil Sepanjang 2021, Ada 1.345 Positif Hepatitis B
Menkes: Lebih dari 75 Persen Hepatitis Akut Serang Anak di Bawah 5 Tahun
Kemenkes Temukan 14 Kasus Hepatitis Akut di Indonesia, 6 Meninggal
DPR Minta Guru Edukasi Anak-Anak Soal Gejala Hepatitis dan Cara Mencegahnya
DPR: Anak Bergejala Hepatitis Akut Segera Dibawa ke RS, Jangan Tunggu Memburuk

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini