Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Doa dan harapan pengungsi Rohingya di Medan

Doa dan harapan pengungsi Rohingya di Medan Pengungsi Rohingya di Medan. ©2017 merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Tak banyak yang bisa dilakukan pengungsi Rohingya menyusul aksi kekerasan yang terus terjadi di negeri asalnya, Myanmar. Mereka hanya bisa berdoa agar keluarga, kerabat dan etnis Rohingya tetap mendapatkan keselamatan.

Salah seorang pengungsi Rohingya di penampungan Hotel Beraspati, Medan, Muhammad Habi (23) mengaku hanya bisa terus berdoa. Saat ditemui, Selasa (5/9), dia baru saja selesai melaksanakan ibadah di musala yang dibangun menggunakan tenda dan terpal.

Dia berdoa agar ada solusi dari konflik dan kekerasan di Rakhine. "Saya berulang kali meminta pertolongan Allah SWT agar bisa membantu keluarga saya dan muslim Rohingya lainnya yang masih berada di Myanmar," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Habi mengaku masih bisa mengingat kekejaman yang terjadi di Rakhine. Dia menceritakan pembantaian terhadap kaum ibu dan anak-anak di provinsi itu.

"Saya lihat bagaimana bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak mati di sana. Kalaupun hidup di sana tidak ada makanan," ungkapnya.

pengungsi rohingya di medan

Pengungsi Rohingya di Medan ©2017 merdeka.com/yan muhardiansyah

Dia menceritakan, perkampungan mereka dibakar. Mereka juga tak dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Saat ini, Habi bersama 120 lebih pengungsi lainnya tinggal di penampungan di Hotel Beraspati, Medan. Mereka berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang banyak membantu. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP