PSIM Yogyakarta sukses meraih kemenangan penting saat bertandang ke markas Bali United pada laga pekan keenam Super League 2025/2026. Pertandingan sengit ini berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Bali, pada Sabtu malam.
Tim berjuluk Laskar Mataram itu berhasil melibas tuan rumah Serdadu Tridatu dengan skor akhir 3-1. Kemenangan ini membawa PSIM merangsek ke papan atas klasemen sementara liga.
Laga tersebut diwarnai drama VAR dan tendangan penalti, menunjukkan intensitas tinggi dari kedua tim. PSIM menunjukkan mental baja setelah sempat tertinggal lebih dulu dari penalti tim lawan.
Advertisement
Advertisement
Drama VAR dan Penalti Pembuka
PSIM Yogyakarta memulai pertandingan dengan agresif, bahkan sempat membuka keunggulan pada menit ke-11 melalui Nermin Haljeta. Namun, gol tersebut dianulir wasit Asep Yandis setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR).
Keputusan VAR menunjukkan bahwa tangan pemain PSIM, Yusaku Yamadera, menyentuh bola sebelum dikuasai Haljeta. Insiden ini mengubah jalannya pertandingan awal secara signifikan dan cukup kontroversial.
Tak lama berselang, Bali United mendapatkan hadiah tendangan penalti pada menit ke-17. Mirza Mustafic berhasil mengeksekusi penalti tersebut, membuat tim tuan rumah unggul 1-0 atas PSIM Yogyakarta.
Advertisement
Advertisement
Kebangkitan Laskar Mataram
Keunggulan Bali United tidak bertahan lama karena PSIM Yogyakarta segera bangkit dan melancarkan serangan balik. Laskar Mataram menunjukkan determinasi tinggi untuk menyamakan kedudukan.
Pada menit ke-33, PSIM berhasil menyamakan skor menjadi 1-1 melalui Raka Cahyana. Gol ini tercipta berkat umpan matang dari Nermin Haljeta yang berhasil dimanfaatkan dengan apik.
Menjelang turun minum, PSIM terus menguasai bola dan melancarkan serangan bertubi-tubi. Hasilnya, Pulga Vidal berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 pada menit ke-51 waktu tambahan babak pertama, memanfaatkan umpan Ze Valente.
Advertisement
Advertisement
PSIM Kunci Kemenangan di Kandang Lawan
Memasuki babak kedua, skuad Serdadu Tridatu mencoba mengejar ketertinggalan, namun upaya mereka belum membuahkan hasil. Ricky Fajrin dkk. kesulitan mengkonversi peluang menjadi gol.
PSIM Yogyakarta justru semakin menekan dan berhasil mencetak gol ketiga pada menit ke-79 melalui Anton Fase. Gol ini merupakan hasil kerja sama apik di lini serang dengan umpan dari Haljeta.
Kiper Bali United, Mike Hauptmeijer, tidak mampu mengantisipasi tendangan Fase dari sisi kanan gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 untuk kemenangan PSIM Yogyakarta tetap bertahan.
Advertisement
Advertisement
Implikasi Klasemen dan Susunan Pemain
Kekalahan ini menempatkan Bali United di posisi ke-12 klasemen sementara dengan enam poin dari enam pertandingan. Mereka baru mengoleksi satu kemenangan, dua kekalahan, dan tiga hasil imbang, serta sudah kebobolan 13 gol.
Sebaliknya, kemenangan signifikan ini membawa PSIM Yogyakarta melesat ke peringkat ketiga klasemen. Laskar Mataram kini mengoleksi 11 poin, masuk dalam jajaran lima besar tim teratas Super League.
Susunan pemain Bali United:
Advertisement
- Mike Hauptmeijer (kiper)
- Bagas Adi
- Thijmen Goppel
- Jordy Bruijn
- Boris Kopitovic
- Mirza Mustafic
- Tim Receveur
- Ricky Fajrin (kapten)
- Andhika Wijaya
- Irfan Jaya
- Mouri Ananda Yves Ramli Simon
Pelatih Kepala: Johnny Jansen
Susunan pemain PSIM Yogyakarta:
Advertisement
- Cahya Supriadi (kiper)
- Yusaku Yamadera
- Franco Mingo
- Anton Olivier Fase
- Ze Valente
- Norberto Pulga Vidal
- Raka Cahyana
- Reva Adi Utama (kapten)
- Rahmatshoh
- Fahreza Sudin
- Nermin Haljeta
Pelatih Kepala: Jacobus Van Gastel
Sumber: AntaraNews
Advertisement