Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini dikenal sebagai ekonom dan birokrat andal. Sejumlah posisi strategis pernah dia duduki sebelum akhirnya menggantikan Sri Mulyani sebagai orang nomor di Kemenkeu.
Lalu berapa harta kekayaan Purbaya?
Melansir Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Purbaya tercatat memiliki harta Rp39,21 miliar per tahun 2024. Jumlah tersebut meningkat sebesar 19,36% dari total kekayaan per 2023 yang sebesar Rp32,84 miliar.
Dalam laman LHKPN, harta kekayaan Purbaya didominasi oleh kepemilikan tanah dan bangunan yang nilai totalnya mencapai Rp30,50 miliar yang berada di Jakarta Selatan. Purbaya juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp3,60 miliar. Adapun rinciannya adalah, mobil mercedes benz tahun 2008 senilai Rp200 juta, mobil BMW Jeep tahun 2019 senilai Rp1,60 miliar, mobil Toyota Alphard Minibus tahun 2019 senilai Rp1 miliar, dan mobil Peugeot Jeep New 5008 tahun 2019 senilai Rp730 juta. Semua kepimilikan itu dia laporkan sebagai miliknya sendiri.
Pria kelahiran Bogor itu juga memiliki dua motor yakni Yamaha XMAX BG6 AT tahun 2018 senilai Rp55 juta dan Honda Vario 125 tahun 2021 senilai Rp21 juta. Purbaya juga melaporkan kepemilikan surat berharga senilai Rp220 juta, kas dan setara kas Rp4,20 miliar. Sementara, harta lainnya nihil. Dalam laporannya, Purbaya tidak memiliki utang, sehingga total kekayaannya mencapai Rp39,21 miliar.
Pendidikan dan Awal Karier
Purbaya meraih gelar Sarjana dari Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB). Sementara gelar Master of Science (MSc) dan gelar Doktor di bidang Ilmu Ekonomi diperoleh dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.
Sebelum terjun di pemerintahan, Purbaya memulai karier sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989–1994). Kemudian pada Oktober 2000 hingga Juli 2005 dia ditunjuk sebagai Senior Economist di Danareksa Research Institute. Selanjutnya, Purbaya menjadi Direktur Utama PT Danareksa Securities dari April 2006 Oktober 2008. Ia juga menjadi Chief Economist Danareksa Research Institute Juli 2005 – Maret 2013, dan sebagai Anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) dari Maret 2013 hingga April 2015.
Karier di Pemerintahan
Purbaya Yudhi Sadewa memulai karier pemerintahannya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ia menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam kurung waktu 4 tahun (2010–2014) selain itu iya juga menjadi Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010–2014), lembaga nonstruktural yang diketuai Chairul Tandjung.
Pada Maret 2015, ia ditunjuk sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia oleh Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan. Ia hanya menjabat sampai September 2015. Kemudian pada November 2015, Purbaya ditunjuk sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, jabatan ini ia emban sampai Juli 2016.
Pada tahun 2016, ia kembali ke Kementerian Koordinator Bidang Pereknomian. Ia menjadi Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus (Debottlenecking), yang lebih dikenal dengan 'Pokja IV', di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Juni 2016-2020). Kemudian, dia dipindahkan ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi (Juli 2016–Mei 2018). Jabatannya dinaikkan menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dari Mei 2018 hingga Juni 2020. Selanjutnya digeser menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi pada Juni 2020.