Ditpolair Baharkam Polri Ungkap 16 Kasus, Total Kerugian Negara Rp40 Miliar

Jumat, 5 Agustus 2022 10:10 Reporter : Rahmat Baihaqi
Ditpolair Baharkam Polri Ungkap 16 Kasus, Total Kerugian Negara Rp40 Miliar Ditpolair Baharkam Polri Ungkap 16 Kasus. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktorat Polisi Perairan Korps Kepolisian Perairan dan Udara Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri) mengungkapkan 16 kasus pada tri wulan kedua tahun 2022. Kasus ini menimbulkan kerugian negara hingga Rp40 miliar.

"Periode 30 Mei sampai 31 Juli kami telah mengungkap sebanyak 16 kasus dengan nilai total kerugian Rp40.141.610.000," ujar Kasubdit Patroli Air Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Kombes Pol Dadan di Mako Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (4/8).

16 Kasus yang berhasil diungkap terdiri dari lima kasus penyelundupan narkoba, dua kasus pembalakan liar (illegal logging), dua kasus penyelundupan minyak ilegal (illegal oil), dua kasus penyelundupan benih lobster, empat kasus penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), dan satu kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

"Barang bukti yang berhasil dikumpulkan meliputi 291.114 ekor benih lobster, 13,7 kilo liter BBM solar subsidi, 1.092,26 gram sabu, 200 batang kayu campuran, 133.000 gram bom ikan, 683 detonator, empat unit speed boat, dan lima unit kapal motor," ujar Dadan.

Dalam kasus ini, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri telah menangkap 25 orang. Proses penyidikan hingga kini masih terus berlangsung.

"Penyidikan ada yang ditangani Subdit Gakkum di sini, ada juga yang dilimpahkan, dan sampai saat ini semuanya sedang berjalan dalam proses penyediaan, demikian juga ada yang dikembangkan," jelas Dadan.

2 dari 2 halaman

Kasubdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Kombes Pol Rustam Mansur mengatakan 16 kasus yang telah ditangani berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kebanyakan motif para pelaku karena faktor ekonomi.

Rustam juga mengungkapkan, kasus penyelundupan narkoba berasal dari provinsi Kalimantan Barat, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau. Lalu kasus TPPO di Kepulauan Riau. Ada juga kasus illegal logging di Kalimantan Selatan, serta kasus illegal oil di Lampung dan Sulawesi Selatan.

"Kemudian illegal fishing itu terjadi di Banten, kemudian di Sumatera Selatan, di Sulawesi Tengah, dan Papua Barat," tutup Rustam. [tin]

Baca juga:
Hutan di Inhu Digunduli, Ekskavator hingga Pekerja Diamankan
Hutan di Sulteng Rusak Akibat Marak Pembalakan dan Penambangan Liar
Temukan Pembalakan Liar di Jambi, Polisi Amankan Ratusan Batang Kayu
Ribuan Batang Kayu Hasil Pembalakan Liar di Muba Disita, 6 Orang Jadi Tersangka
Tebangi Pohon Sonokeling di Hutan Buleleng, 5 Pembalak Liar Diringkus
Mat Ari, Si 'Anak Jenderal' Pelaku Illegal Logging Ditangkap

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini