Ditemui Ombudsman, pedagang Tanah Abang mengaku omzet meningkat
Merdeka.com - Ombudsman melakukan monitoring terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Tanah Abang. Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Adrianus Meliala blusukan di setiap jajaran tenda PKL yang baru saja dibentuk oleh Gubernur Anies Baswedan dan Wakilnya Sandiaga Salahudin Uno.
Andrianus berjalan dari ujung pintu masuk PKL berdagang. Sesekali dia bertanya kepada salah satu pedagang makanan pempek, Fika terkait keamanan di Tanah Abang.
"Aman enggak di sini?" tanya Andirianus kepada Fika di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (17/1).
"Aman pak," kata Fika sambil tersenyum.
Andrianus juga bertanya kepada Fika soal pendapatan yang didapat ketika sudah disedikan lahan untuk berdagang. Fika pun mengaku semenjak diberikan lahan untuk berdagang, dagangannya laku keras.
Lebih lanjut, Andrianus menanyakan jika lapaknya dipindah kembali, Fika pun mengaku tidak setuju. Fika mengeluh jika lapaknya diusir kembali. "Jangan pak yang penting tertib," kata Fika.
Selanjutnya, Andrianus kembali bertanya terkait apakah ada oknum yang meminta jatah lapak terhadap Fika. Namun Fika mengklaim tidak ada yang meminta jatah tersebut. "Enggak pak. Enggak pernah ada Satpol PP yang mintain duit," kata Fika.
Lalu, Andrianus pun menjelaskan kepada Fika kalau kebijakan yang dibuat telah melanggar peraturan. "Kalau kami enggak setuju. Banyak yang dilanggar dalam perda. Enggak apa-apa kalau pendapat bagus melanggar Perda?" Tanya Andirianus.
"Jangan dong pak," kata Fika menjawab dengan nada pelan.
Tidak hanya Fika yang mengakui keuntungan lantaran dibuatnya lapak untuk PKL. Gam Sasongko seorang pedagang baju juga mengakui dengan diberikan lapak keuntungan jadi baik. "Iya jadi lebih baik," kata Gam.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya